Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bukan Cuma Kamu, Banyak Orang Melamun saat Berkendara. Ini Fakta Psikologisnya

Imron Arlado • Rabu, 30 Juli 2025 | 00:13 WIB
Orang Berkendara - pinterest
Orang Berkendara - pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pernah gak sih kalian tiba-tiba saja sampai tujuan dengan selamat? Padahal kalian tidak ingat saat lagi di perjalanan?

Dan bahkan baru sadar kalau dah sampai tujuan? Atau baru menyadari kalau pikiranmu sedang mengembara ke mana-mana saat sedang naik motor? Jika iya, kamu tidak sendiri.

Melamun saat berkendara, khususnya ketika kita sedang mengendarai sepeda motor di jalan dengan rute yang sudah di kenal, merupakan fenomena hal yang sering terjadi. 

Meskipun terlihat sederhana, kondisi ini cukup serius dan telah menjadi fokus perhatian dalam bidang psikologi serta keselamatan lalu lintas berkendara.

Melamun atau dalam psikologi dikenal sebagai “mind wandering,” yang merupakan keadaan di mana konsentrasi kita berpindah dari aktivitas utama dan beralih ke pikiran atau imajinasi lain.

Saat sedang mengemudi, kondisi ini bisa terjadi saat pikiran kita mulai melayang ke berbagai hal seperti urusan pekerjaan, rencana masa depan, masalah pribadi atau kenangan di masa lalu.

Menurut para psikolog, melamun terjadi karena otak kita memiliki dua mode kerja utama, mode fokus (task-positive network) ketika kita benar-benar berkonsentrasi, dan mode defokus (default mode network) ketika pikiran mulai mengembara. 

Saat kegiatan mengemudi dianggap terlalu rutin atau membosankan, otak secara tidak sadar cenderung berpindah ke mode defokus. 

Melamun dalam tingkat ringan memang normal, namun jika berlangsung dalam waktu lama dan sering terjadi, hal ini dapat menurunkan kemampuan reaksi dan kewaspadaan pengendara, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan. 

 

Baca Juga: Salty Tanpa Garam, Sindiran Halus ala Anak Muda Masa Kini

Penelitian mengungkapkan bahwa melamun saat berkendara berkaitan dengan kurangnya perhatian terhadap rambu lalu lintas, kondisi jalan, serta perilaku pengendara lainnya.

Namun, penting untuk disadari bahwa otak memiliki mekanisme “autopilot” yang memungkinkan kita menjalankan aktivitas rutin seperti mengemudi walaupun pikiran tidak sepenuhnya fokus. Meskipun demikian, kita perlu menjaga kondisi agar kewaspadaan tetap terjaga.

 

Tips untuk mengurangi melamun saat berkendara:

 

Melamun saat mengemudi adalah hal yang umum terjadi karena kompleksitas cara otak mengatur fokus dan pikiran. Meski terkadang bermanfaat untuk menghilangkan stres, melamun juga berpotensi mengurangi kewaspadaan pengendara. 

 

Baca Juga: Suka Berbicara Sendiri Saat Berkendara? Bisa Jadi Kamu Memiliki 6 Kepribadian Ini!

 

Dengan memahami alasan psikologis di balik melamun, kita dapat lebih waspada dan mengambil tindakan konkret agar tetap aman saat berkendara. Wulandari

Editor : Imron Arlado
#berkendara #Fakta Psikologis #mengantuk #melamun #psikologis #fakta