JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film horor terbaru Korea Selatan berjudul Ghost Train resmi tayang di Indonesia pada tanggal 9 Juli 2025 silam.
Film ini mengangkat kisah menegangkan tentang Da Kyung, seorang YouTuber yang berfokus pada konten horor.
Namun ia menghadapi tantangan karena jumlah penonton kanalnya yang sangat rendah dibandingkan dengan sesama YouTuber lainnya.
Dalam upaya untuk mengubah nasib dan mendapatkan konten yang lebih menarik, Da Kyung memutuskan untuk menyelediki sebuah lokasi misterius.
Nama Stasiun Gwanglim menarik perhatiannya karena stasiun kereta bawah tanah itu terkenal angker di Seoul.
stasiun Gwanglim dikenal sebagai tempat yang penuh dengan cerita-cerita mistis dan kejadian aneh yang belum terpecahkan.
Beberapa kasus orang hilang secara misterius juga pernah dilaporkan di sana, yang menambah aura menyeramkan di sekitar tempat tersebut.
Da Kyung, yang berambisi mengangkat konten horor yang berbeda, nekat menyelami setiap sudut dan kisah kelam yang tersimpan di stasiun ini.
Dalam proses penyelidikannya, dia bertemu dengan kepala stasiun yang penuh rahasia dan tampak menyimpan latar belakang gelap yang terkait dengan keseragaman tempat tersebut.
Tidak hanya sekadar mengandalkan elemen horor biasa, “Ghost Train” juga menghadirkan ketegangan psikologis yang mendalam.
Da Kyung tidak hanya harus berhadapan dengan makhluk gaib dan kejadian supranatural, tetapi juga perasaan cemas dan ketakutan yang mulai menggerogoti mentalnya.
Film ini memadukan adegan jumpscare yang efektif dengan serangkaian plot twist yang mengejutkan, sehingga membuat penonton selalu berada di ujung kursi.
Efek visual dan audio yang digunakan pun berhasil membangun suasana mencekam yang membuat film ini menonjol di antara genre horor masa kini.
Film berdurasi 1 jam 35 menit ini dibintangi oleh Joo Hyun-young sebagai Da Kyung, yang berhasil menghidupkan karakter dengan nuansa emossional serta ketegangan yang semakin membesar.
Jeon Bae-soo tampil sebagai kepala stasiun mistarius yang kehadirannya menimbulkan rasa penasaran.
Sementara Choi Bo-min memerankan Woo Jin, seorang produser di tempat Da Kyung bekerja sekaligus sosok yang menjadi perebut hati Da Kyung.
Interaksi antar karakter pun memberikan sentuhan emosional yang membuat film ini tidak hanya sekadar tontonan horor biasa.
Namun juga sebuah cerita tentang perjuangan, obsesi, dan konsekueansi dari hasrat mencari ketenaran.
Sejak penayangannya, Ghost Train telah menduduki posisi teratas di box office Korea Selatan, menunjukan antusiasme tinggi dari penonton yang pecinta film horor yang segar dan penuh misteri.
Tidak hanya populer di Korea, film ini kini juga telah tersedia di bioskop Indonesia, memberikan pengalaman memonton horor dengan kualitas produksi tinggi dan cerita yang menantang logika sekaligus emosi.
Bagi penggemarfilm horor dan misteri film Ghost Train menjadi tontonan wajib yang menawarkan sensasi berbeda, tidak hanya mengandalkan cerita hantu biasa.
Tetapi juga menggali sisi psikologis dan drama yang menyatu dengan elemen supranatural.
Film ini membuktikan bahwa genre horor mampu mengemas kisah yang kompleks dan bermakna tanpa mengorbankan ketegangan dan hiburan.
Devi
Editor : Imron Arlado