Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Makan Bersama Tak Sekadar Memenuhi Kebutuhan, Namun Juga untuk Membangun Kedekatan dan Keterbukaan Anak

Imron Arlado • Senin, 28 Juli 2025 | 22:26 WIB
Momen Makan Bersama, Sarana Membangun Kedekatan dan Keterbukaan Anak - pinterest
Momen Makan Bersama, Sarana Membangun Kedekatan dan Keterbukaan Anak - pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Momen makan bersama keluarga bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan. Namun juga berperan penting sebagai sarana membangun kedekatan dan komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua. 

Di era modern saat ini, di mana kesibukan dan gangguan dari digital sering mengganggu waktu bersama keluarga, menyediakan waktu khusus untuk makan bersama menjadi salah satu cara yang efektif dalam memperkuat ikatan emosional di antara anggota keluarga, terutama antara anak dan orang tua.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang rutin makan bersama keluarga cenderung memiliki komunikasi yang lebih lancar dan lebih mudah untuk terbuka mengenai perasaan dan pengalaman mereka. 

 

Baca Juga: Dari Meja Makan hingga Gaya Hidup Sehat: Fakta Unik Lalapan yang Wajib Kamu Tahu

 

Saat makan bersama dalam suasana yang santai dan hangat, anak merasa nyaman dan aman untuk berbagi cerita, termasuk ungkapan perasaan dan masalah yang sedang mereka alami.

Hal ini membantu membangun rasa percaya diri serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengekspresikan diri.

Orang tua memegang peran penting dalam menciptakan suasana yang nyaman saat makan bersama. 

Dengan mengajak anak berbicara secara hangat, penuh perhatian, dan tanpa sikap menghakimi, orang tua bisa membantu anak merasa dihargai dan terdengar. 

Misalnya, dengan mengajukan pertanyaan terbuka seperti “Apa hal yang membuatmu bahagia hari ini?” atau “Apakah ada pengalaman menarik di sekolah?” dapat mendorong anak untuk lebih banyak bercerita. 

 

Baca Juga: Mengenal Meal Prep, Solusi Utama Penerapan Pola Makan Sehat Ditengah Kesibukan

 

Sebaliknya, pertanyaan yang jawabannya hanya “ya” atau “tidak” cenderung membuat percakapan menjadi pendek dan kurang bermakna.

Selain itu, menjaga konsistensi dalam meluangkan waktu untuk makan bersama juga sangat penting supaya momen tersebut menjadi kebiasaan yang dinanti-nantikan. 

Rutinitas ini mempererat hubungan keluarga dan memberikan kesempatan untuk saling mengenal satu sama lain secara lebih mendalam. 

Ketika anak merasa memiliki ruang yang aman untuk berbagi, mereka cenderung lebih terbuka, tidak hanya saat makan bersama, tetapi juga dalam berbagai situasi lain, seperti membicarakan masalah pribadi atau mencari arahan.

Agar momen makan bersama benar-benar efektif dalam membangun keterbukaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Orang tua sebaiknya menghindari memanfaatkan waktu makan untuk menegur perilaku atau memaksa anak berbicara, karena hal tersebut bisa membuat anak merasa tertekan. 

 

Baca Juga: Kenapa Tiba-Tiba Ingin Makan Manis? Ternyata Stres dan Cemas Bisa Mempengaruhi, Kenali Tandanya!

 

Suasana sebaiknya tetap santai dan menyenangkan agar anak tidak menutup diri. Bila dirasa perlu, suasana dapat diisi dengan candaan atau cerita lucu untuk mencairkan dan membuatnya lebih akrab.

Makan bersama bukan hanya soal komunikasi verbal, tetapi juga menunjukkan kehadiran fisik dan emosional orang tua yang sangat penting untuk perkembangan anak. 

Kehadiran orang tua saat makan memberikan sinyal kepada anak bahwa mereka berarti dan mendapat dukungan sepenuhnya. 

Hal ini menumbuhkan rasa aman yang menjadi dasar dari keterbukaan dan kepercayaan. Wulandari

Editor : Imron Arlado
#kedekatan #anak #keterbukaan #makan bersama