Deklarasi ini sebagai upaya merealisasikan misi sekolah, mewujudkan sekolah ramah anak untuk meraih prestasi. Dalam pelaksanaan MPLS selama lima hari, 320 siswa baru diajak beradaptasi mengenal lingkungan sekolah dalam suasana ceria. Yakni, lewat game education, seperti ular tangga, kata berjalan, hingga tangga literasi yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa.
’’Kami mendeklarasikan stop bullying dan antikekerasan yang ditandatangani seluruh siswa kelas VII dan civitas akademika SMPN 1 Ngoro. Dengan game yang menarik, suasana tidak membosankan,’’ ujar Kepala SMPN 1 Ngoro Sri Indayani.
Untuk mencegah kenakalan remaja, 320 siswa juga dibekali dengan pengetahuan anti-Napza (narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif). Dengan mengundang pemateri dari Polsek, Koramil, hingga Puskesmas Ngoro yang memberikan materi tentang bahaya serta pencegahan peredaran dan penggunaan narkoba.
Selain itu, siswa diajari tentang ketertiban dan keselamatan berlalu lintas oleh Satlantas Polres Mojokerto. Pengetahuan tersebut untuk menghindari bahaya kecelakaan pelajar.
Mengingat lalu lintas SMPN 1 Ngoro berada di jalur nasional Mojokerto-Pasuruan. Dengan bekal tersebut, Iin sapaan karib Sri Indayani, berharap seluruh proses belajar mengajar berjalan dengan efektif. Sehingga dapat mewujudkan lulusan yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berprestasi, dan berbudaya lingkungan sesuai visi SMPN 1 Ngoro.
’’Kegiatan didukung Polsek, Koramil, dan Puskesmas Kecamatan Ngoro. Kami mengintegrasikan seluruh aktivitas sebagai sekolah ramah siswa agar dapat meraih prestasi maksimal,’’ pungkasnya. (far/ris)
Editor : Fendy Hermansyah