JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berhasil mengolah singkong dan menciptakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) modern selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Randubener Kecamatan Kembangbahu Kabupaten Lamongan (16/7/25).
Olahan singkong dan pembentukan UMKM modern yang dilakukan kelompok 110 ini untuk memajukan ekonomi sekaligus mengembangkan kemampuan yang dimiliki masyarakat Desa Randubener Lamongan,
Mengolah singkong sebagai bahan utama dalam pembentukan UMKM dikarenakan kampung ini menghasilkan singkong yang melimpah.
Baca Juga: Ngeri, Kakek-Cucu Terlindas Truk Ekspedisi saat Berangkat Sekolah
Sebelumnya, KKN kelompok 110 melakukan berbagai tahapan. Seperti observasi dengan mewawancarai para petani dan survey di perkebunan singkong.
Pada dasarnya, Desa Randubener memiliki aset utama yaitu tanaman kangkung. Namun umumnya tanaman kangkung digunakan sebagai bahan dasar kosmetik dan bukan untuk dikonsumsi.
Dengan diketahuinya fakta tersebut, para mahasiswa ini menemukan aset lain yang berpotensi di Desa Randubener yakni singkong.
Singkong di Desa Randubener terlihat melimpah ruah dan selalu ada setiap tahunnya, sayangnya masyarakat setempat kekurangan minat untuk mengolah aset tersebut.
Oleh karena itu, KKN Kelompok 110 UINSA mengadakan pelatihan pengolahan singkong dan pembentukan UMKM.
Inovasi kreatif produk tersebut diberi nama Randubener Cassava (Singkong dari Randubener) yang disingkat menjadi “RANDKASSAVA”.
RANDKASSAVA sendiri terdiri dari dua olahan singkong yakni “Samiler” dan “Stick Kriwil” dengan aneka rasa dan warna. Produk-produk ini hadir setelah dilakukannya beberapa trial serta observasi pasar selama beberapa hari sebelum disosialisasikan kepada masyarakat desa.
Acara yang digelar pada Rabu (16/7/25) di Balai Desa Randubener dengan dihadiri Kepala Desa Randubener Ibu Irva Faidah W, A.md. dan beberapa warga yang berantusias serta semangat untuk membangun usaha untuk mengembangkan ekonomi.
Baca Juga: Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Komitmen Pekerjaan Tepat Biaya, Mutu, dan Waktu
“Mahasiswa KKN datang ke desa tercinta kita di Randubener, untuk membantu kita menjadi maju dan produktif dalam membangun usaha bersama, dengan memanfaatkan bahan berlimpah yang kita punya, terima kasih untuk para mahasiswa yang membantu warga dengan memberikan edukasi tentang berwirausaha di dunia digital ini,” ujar Irva selaku Kepala Desa saat memberikan sambutan.
Tidak hanya pelatihan pengolahan singkong, tetapi para peserta UMKM juga dibekali dengan beberapa ilmu wirausaha oleh mahasiswa KKN seperti manajemen bisnis, cara pembuatan dan promosi produk melalui marketing digital melalui aplikasi Tiktok, Instagram terutama Shopee.
Rangkaian-rangkaian acara diikuti dengan tertib dan antusias oleh warga dari mulai sosialisasi kewirausahaan hingga praktik pembuatan olahan singkong secara langsung dengan Mahasiswa KKN 110 UINSA.
Harapan diadakannya pelatihan olahan singkong dan pembentukan UMKM ini ialah selain mengembangkan perekonomian dengan memanfaatkan aset yang ada, juga diharapkan dapat menggali potensi masyarakat Desa Randubener dalam berwirausaha.
Tasya
Editor : Imron Arlado