JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernahkah kalian merasa ragu dengan ingatan kalian sendiri? Atau mulai mempertanyakan apakah perasaan kalian itu valid?. Jika benar, bisa jadi kalian sedang menjadi korban gaslighting.
Sebuah bentuk manipulasi psikologi,yang membuat seseorang meragukan realitas dan kewarasan dirinya sendiri.
Apa itu gaslighting? Gaslighting adalah bentuk manipulasi emosional yang dilakukan seseorang untuk mengontrol orang lain dengan cara mereka meragukan persepsi mereka, Dari ingatan mereka dan bahkan kewarasan mereka.
Baca Juga: SMAN 1 Puri Mojokerto, MPLS Bertabur Penghargaan Kementerian RI
Istilah ini berasal dari drama di tahun 1938 yang berjudul Gas Light, yang kemudian difilmkan.
Di mana seorang suami secara perlahan membuat istrinya percaya, Bahwa ia mengalami gangguan jiwa agar bisa menguasainya.
Dalam praktiknya, pelaku gaslighting biasanya sering kali menyangkal fakta, memutarbalikan sebuah peristiwa. Atau bahkan menyalahkan korban atas hal-hal yang sebenarnya bukan kesalahannya.
Berikut adalah ciri-ciri bahwa kamu sedang mengalami gaslighting:
- Pelaku selalu benar
Mereka tak pernah salah, lebih tepatnya tidak mau disalahkan, jika terjadi sebuah konflik, kamu yang akan disalahkan.
- Menyangkal fakta yang jelas
Bahkan setelah kalian punya bukti yang akurat, pelaku akan terus menyangkal atau menyebut kalian yang berlebihan.
- Merasa bingung dan tidak stabil secara emosional
Kalian merasa berjalan diatas kulit telur, takut melakukan atau mengatakan sesuatu yang salah, dan akhirnya kalian lebih memilih untuk diam daripada disalahkan.
- Perlahan kehilangan rasa percaya diri
Kalian merasa tidak mampu untuk membuat keputusan sendiri tanpa validasi dari orang lain.
Dampak psikologi dari gaslighting bukan hanya menyakitkan secara emosional, tetapi juga dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan mental.
Banyak dari korban sendiri sering mengalami depresi, kecemasan, kehilangan harga diri, bahkan trauma kompleks.
Gaslighting juga bisa terjadi dari berbagai relasi seperti, baik dalam hubungan romantis, keluarga, pertemanan, bahkan lingkungan kerja atau sosial.
Yang membuatnya menjadi berbahaya adalah saat korban sering tidak menyadarinya sehingga sudah terjebak terlalu dalam.
Bagaimana cara menghadapinya? Dengan percaya dengan instingmu sendiri, jika ada perasaan bahwa sesuatu terasa salah jangan pernah diabaikan.
Lalu bicaralah dengan orang yang dipercaya, perspektif dari luar bisa membantu melihat situasi dengan lebih jernih.
Dan dengan dokumentasi fakta, kalian bisa menulis kejadian-kejadian penting agar kalian punya pegangan saat pelaku mulai memanipulasi kalian.
Atau cari bantuan yang lebih profesional, terapi juga bisa menjadi jalan keluar untuk memulihkan diri dari dampak gaslighting.
Gaslighting juga bisa membuat seseorang merasa kecil, bingung, lemah, tidak berdaya, dan sendirian.
Namun, dengan kalian bisa menyadari kalau kalian sedang dimanipulasi adalah langkah awal menuju kebebasan.
Ingatlah, kalian berhak untuk merasa aman, dihargai, dilindungi, dan didengar dalam setiap relasi. Jangan biarkan siapapun membuat kalian meragukan kebenaran yang kalian alami sendiri.
AILEEN ZNR
Editor : Imron Arlado