Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Apa Dampak Orang yang Kecanduan Velocity? Simak Penjelasannya

Imron Arlado • Selasa, 15 Juli 2025 | 02:41 WIB

aman sekarang siapa sih yang nggak tau velocity, Apalagi para Gen Z. Pernah nggak sih kamu scroll sebentar, eh tau-tau sejam lebih mantengin video velocity. Sumber foto: pinterest
aman sekarang siapa sih yang nggak tau velocity, Apalagi para Gen Z. Pernah nggak sih kamu scroll sebentar, eh tau-tau sejam lebih mantengin video velocity. Sumber foto: pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Jaman sekarang siapa sih yang nggak tau velocity, Apalagi para Gen Z. Pernah nggak sih kamu scroll sebentar, eh tau-tau sejam lebih mantengin video velocity.

Memang velocity sedang trend sekarang dan mencuri perhatian banyak orang dengan kontennya yang cepat,padat, dan relatable. Tapi dibalik keseruan velocity, ada dampak yang diam-diam mulai mengganggu rutinitas dan kesehatan mental.

Apa Sih itu velocity? Velocity adalah sebuah konten pendek yang berisi transition cepat, efek visual dinamis, audio intens, dan pace yang sangat cepat. Juga biasanya dipadukan dengan musik yang sedang viral.

Konten velocity biasanya ditemukan di berbagai platform seperti tiktok, instagram reels, dan youtube shorts.

 

Baca Juga: Capaian Nyata BPJS Kesehatan, Bukti Pemerataan Layanan JKN Hingga ke Pedalaman

Kenapa kok bisa bikin candu?

  1.       Mudah diakses, selalu muncul. Sering muncul di fyp, membuat semakin sering kita menonton video velocity. Algoritma akan menyarankan konten sejenis, akibatnya kita merasa sulit berhenti karena ada terus dan semuanya menarik untuk dicoba.

 

  1.       Menyentuh emosi dengan cepat. Walaupun video singkat tapi bisa membuat  efek emosinya langsung terangsang, ini membuat para penonton merasa tersambung ingin melihat lagi dan ingin mencobanya.

 

 

  1.       Durasi pendek tapi padat. Kontennya hanya berdurasi  15 sampai 30 detik. Ini membuat otak merasa cepat puas, tetapi juga penasaran akhirnya mencobanya.

 

Baca Juga: Curhat di Media Sosial Bisa Bahaya? Berikut Risiko Oversharing yang Jarang Disadari 

 

  1.       Visual dan audio nya yang super intens. Karena menampilkan video cepat, transisi kilat, dan efek yang bagus disertai musik beat cepat. Kombinasi itu akan mudah cepat merangsang otak secara instan.

 

  1.       Merangsang hormon kesenangan. Video velocity seperti cemilan digital. Instan,cepat, dan memuaskan. Seringkali kita menikmati konten ini seperti saat memakan makanan instan dan bisa membuat kecanduan jangka panjang.

 

Dampak kecanduan velocity

  1.       Gangguan pola tidur. Banyak orang yang melihat video velocity sebelum tidur, karena kontennya cepat merangsang membuat otak menjadi aktif dan susah untuk tidur, atau membuat tidur tidak berkualitas

 

  1.       Penurunan kualitas sosial. Seseorang yang kecanduan velocity biasanya lebih banyak menghabiskan waktu menghadap layar daripada bersosialisasi dengan orang yang ada disekitarnya

 

 Baca Juga: Dari Luka Menjadi Kekuatan, Inilah Perjalanan Perempuan Menuju Kemandirian

 

  1.       Menurunya konsentrasi dan fokus. Otak bisa dengan cepat merangsang, sehingga jadi sulit fokus pada aktivitas yang butuh konsentrasi lebih lama seperti bekerja, belajar, dan juga membaca

 

  1.       Membentuk pola ketergantungan digital. Hal ini bisa menurunkan toleransi terhadap aktivitas yang berjalan lama dan membosankan padahal, dalam hidup proses itu pelan dan konsisten

 

 

  1.       Waktu management berantakan. Karena durasi yang pendek kita seringkali menyepelekan, dan tanpa kita sadari kita bisa menghabiskan waktu yang berjam-jam. Dan waktu untuk produktif terbuang sia-sia

Solusi agar tidak kecanduan

  1.       Sadari kalau kamu telah kecanduan. Langkah awal tidak agar tidak kecanduan adalah sadar akan dampak velocity yang berlebihan apalagi yang sampai menghabiskan waktu produktifmu.

 

  1.       Kasih waktu untuk menonton. Gunakan fitur timer pada ponsel agak kamu tidak keterusan ,dan membuat kecanduan.

 

Baca Juga: Meski di Satu Tempat yang Sama, Jika Dunia Tak Merestui, Maka Tidak Akan Bertemu 

 

  1.       Jauhkan ponsel saat aktivitas penting. Kurangi penggunaan ponsel saat belajar, bekerja, ataupun istirahat.

 

  1.       Terapkan pola istirahat sehat. Waktu istirahat nggak harus bermain ponsel seperti mengganti dengan aktivitas lain seperti memasak, berkebun, atau hal lain yang positif.

 

 

  1.       Ajak teman untuk challenge bareng. Ngumpul sama teman gak harus bikin video velocity bisa saja membuat challenge yang seru dan menarik. 

ANGELINA

Editor : Imron Arlado
#kecanduan #instagram #Tren TikTok #Gen Z #dampak #Velocity #solusi