Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Baader Meinhof Phenomenon, Kenapa Sesuatu Tiba-Tiba Terasa Muncul di Mana-Mana? Baca Penjelasannya!

Imron Arlado • Selasa, 15 Juli 2025 | 02:45 WIB

 

Kalian pernah nggak, baru tahu sebuah kata, nama, atau hal tertentu lalu mendadak terasa muncul di mana-mana?. sumber foto: pinnterest
Kalian pernah nggak, baru tahu sebuah kata, nama, atau hal tertentu lalu mendadak terasa muncul di mana-mana?. sumber foto: pinnterest

 

 JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kalian pernah nggak, baru tahu sebuah kata, nama, atau hal tertentu lalu mendadak terasa muncul di mana-mana?. Contohnya, kalian baru belajar istilah “NFT”, lalu keesokan harinya mendengar teman kalian membicarakan tentang hal itu. 

Seolah-olah dunia tiba-tiba dipenuhi hal yang sama, itulah yang disebut dengan Baader Meinhof Phenomenon, atau juga dikenal sebagai frequency.

Baader Meinhof Phenomenon adalah kondisi psikologi saat otak kita mulai memperhatikan suatu hal yang baru saja kita temui. Sehingga terasa seperti hal yang muncul berulang-ulang dalam waktu singkat.

Padahal, kemungkinan besar, hal tersebut memang sudah ada di sekitar kita, kita saja yang tidak terlalu memperhatikan wilayah di sekitar kita. Nama “Baader Meinhof sendiri awalnya juga muncul secara kebetulan.

Seseorang di sebuah forum online bercerita bagaimana ia mendengar nama kelompok teroris jerman barat, baader Meinhof. Selama dua kali dalam waktu yang singkat, padahal sebelumnya tak pernah sekali pun terdengar. 

Namun secara ilmiah, istilah resminya adalah frequency illusion, yang pertama kali dijelaskan oleh Arnold Zwicky, seorang ahli linguistik dari Stanford University.

 

 

Fenomena ini bisa dijelaskan melalui dua proses kognitif, yaitu selective attention dan confirmation bias, untuk menghemat energi dan juga memproses informasi lebih efisien.

Otak menggunakan mekanisme yang disebut selective attention seperti, dapat memilih hal-hal yang dianggap penting dan mengabaikan sisanya.

 

Begitu kamu menyadari atau belajar tentang suatu hal, otak mulai memprioritaskannya dalam radar kesadaran mu. Confirmation bias sendiri adalah kecenderungan otak kita untuk mencari dan memperhatikan informasi yang bertentangan.

Ketika kamu mulai memperhatikan suatu topik tertentu, kamu akan cenderung lebih ingat setiap kali itu muncul. Sehingga kamu akan mengira bahwa semua orang sedang membicarakannya.

 

Beberapa contoh yang sering terjadi:

Ini bukanlah kebetulan atau konspirasi semata-mata ini hanyalah hasil kerja luar biasa dari otak yang sedang menyaring dan menghubungkan informasi.

Apakah ini hal negatif? Tidak selalu. sebenarnya, fenomena ini adalah bagian normal dan alami dari cara kerja otak manusia. Kita juga tidak perlu merasa khawatir secara berlebihan.

 

Baca Juga: Dari Luka Menjadi Kekuatan, Inilah Perjalanan Perempuan Menuju Kemandirian

 

Justru hal ini menunjukan bahwa otak kita mampu belajar dan menyesuaikan fokus terhadap hal-hal baru. Namun pentingnya juga untuk menyadari bahwa tidak semua yang kita rasa tiba-tiba muncul dimana-mana, benar-benar sedang meningkat.

 

Baader Meinhof Phenomenon bukanlah sebuah keanehan atau kebetulan semesta. Ini adalah refleksi dari cara otak kita bekerja saat memproses informasi baru.

AILEEN ZNR

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#Baader Meinhof Phenomenon #Frequency #psikologi #ahli linguistik #selective attention #Baader Meinhof #Confirmation bias