RADAR MOJOKERTO - Pernahkah Anda merasa terjebak dengan situasi hubungan tanpa status atau friendzone? atau sering dihujani perhatian namun si dia enggan atau bahkan menghilang saat ditanya soal kepastian?
Dalam kondisi tersebut, bisa jadi Anda telah terjebak dalam hubungan breadcrumbing. Simak definisi, alasan, ciri-ciri dan tips mengatasinya berikut.
Definisi Breadcrumbing Relationship
Istilah breadcrumbing mengacu pada perilaku seseorang yang memberikan perhatian dan harapan seolah memiliki ketertarikan namun realitanya tidak demikian.
Perhatian bisa berupa mengirim pesan perhatian, menelepon, atau hanya sekadar membalas dan menyukai story sosial media, namun perilaku semacam ini dilakukan secara tidak konsisten
Perhatian-perhatian kecil sengaja diberikan untuk membuat seseorang merasa terikat atau istilah masa kininya ingin membuatnya baper (terbawa perasaan).
Alasan Seseorang Melakukan Breadcrumbing
Breadcrumbing akan menyakitkan bagi target atau korban dan seorang melakukan breadcrumbing biasanya didasarkan oleh keadaan atau situasi tertentu seperti berikut ini.
1. Tidak mau berkomitmen
Komitmen terkadang adalah momok yang begitu menakutkan bagi beberapa orang. Hal ini bisa disebabkan oleh keterikatan fisik dan emosional terlalu serius di dalamnya, sedangkan beberapa orang hanya menginginkan perhatian dan menikmati percakapan tanpa ingin melaju ke arah lebih jauh.
Baca Juga: Resmi Naik dan Hampir Menyalip Vietnam! Berikut Update Ranking Timnas Indonesia
2. Kesepian
Hubungan tidak konsisten seperti breadcrumbing akan sangat menguntungkan bagi mereka yang kesepian. Kurangnya koneksi pertemanan dan hubungan bisa jadi alasan mengapa seseorang melakukan breadcrumbing.
Pelaku breadcrumbing akan mencari target apabila sedang dalam kondisi kesepian untuk sekadar menemani berbicara.
3. Menjadikan backburner atau cadangan
Pelaku breadcrumbing mungkin saja memiliki rencana lain dan menjadikan target sebagai opsi kedua saat pilihan utamanya menghilang atau tidak menerima cintanya.
4. Membutuhkan validasi dan perhatian
Perilaku breadcrumbing biasanya haus akan validasi dan perhatian sehingga membutuhkan respon-respon perhatian lain dari target.
Seseorang yang melakukan breadcrumbing akan senang ketika merasa dicari, diinginkan, dan disukai tanpa perlu memberikan status hubungan yang serius.
5. Tidak ingin menyakiti, namun sudah terlanjur mendekat
Terkadang breadcrumbing tidak sengaja dilakukan. Namun karena sudah terlanjur basah dengan memulai interaksi, maka tak heran mereka akan melanjutkannya dengan embel-embel tidak berniat melakukannya.
Baca Juga: Boleh Jatuh Cinta, Tapi Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri. Mengapa?
Ciri Pelaku Breadcrumbing
Penting menyadari ciri pelaku breadcrumbing untuk menghindari keterjebakan dalam situasi hubungan tidak jelas semacam ini. Berikut beberapa ciri yang patut dipertimbangkan untuk menilai apakah seseorang yang dekat dengan Anda benar tertarik atau hanya breadcrumbing semata.
1. Mengirim pesan tidak konsisten
Pernahkah Anda merasa si dia sering hilang-hilangan di waktu tertentu? jarang membalas pesan? atau menggunakan balasan lebih singkat namun tiba-tiba menghujani Anda dengan pujian dan kata-kata perhatian?
Nah hal tersebut bisa masuk dalam ciri pelaku breadcrumbing. Sinyal yang diberikan tidak jelas, konsisten, dan menarik ulur.
2. Cenderung menghindar saat ditanya kepastian
Pembahasan soal masa depan dan kejelasan status hubungan biasanya akan dihindari oleh seseorang yang sedang melakukan breadcrumbing.
3. Pernyataan ambigu
Pernyataan ambigu bisa jadi tentang bualan palsu yang tidak terbukti. Misal ketika dia mengatakan ingin bertemu, namun tidak pernah menentukan waktu jelasnya.
Terkadang pelaku bisa juga menggunakan kalimat-kalimat sayang dan perhatian namun tidak menunjukkan aksi nyata dari perkataannya tersebut.
4. Datang dan pergi semaunya
Pelaku breadcrumbing akan menghilang beberapa waktu dan kembali seperti tidak pernah terjadi kehilangan.
Pelaku datang dan pergi semaunya, cenderung menarik ulur untuk tetap mengikat target dan hanya membutuhkan target di waktu tertentu, tidak konsisten.
5. Berpura-pura perhatian
Seseorang yang benar tertarik akan selalu mencari jalan dan bersemangat untuk mengenal lebih dalam tentang apapun, misalnya hobi, keluarga, makanan kesukaan, dan cerita keseharian seorang yang dituju.
Namun berbeda dengan pelaku breadcrumbing yang akan memberikan perhatian seadanya dan cenderung basa-basi serta bersifat formalitas saja untuk tetap mengikat.
Kepura-puraan akan semakin terlihat seiring berjalannya waktu akibat nihilnya kejelasan dalam hubungan.
Baca Juga: Sering Memendam Perasaan? Dampaknya Bisa Depresi dan Gangguan Psikosomatis
Tips Mengatasi Breadcrumbing
Jika telah terjebak dalam zona breadcrumbing, berikut beberapa tips yang perlu dilakukan agar tidak lebih jauh terjerumus dan menimbulkan sakit mendalam bagi diri sendiri
1. Jujur
Katakan apa adanya tentang perasaan kepada seseorang yang dicurigai melakukan breadcrumbing.
Hubungan akan lebih jelas setelah proses klarifikasi dan pernyataan yang sebenarnya. Jangan merasa takut untuk ditinggalkan hanya karena telah diberikan perhatian dan sinyal samar dari pelaku.
2. Tetapkan batasan
Set boundaries begitu penting dalam hubungan. Perlakukan seseorang sesuai dengan porsinya dalam hidup Anda.
Jika seseorang tidak tertarik dan enggan memberikan status jelas, jangan ragu untuk segera melakukan tindakan, entah dengan mengurangi interaksi atau bahkan meninggalkannya.
3. Buat jadwal bertemu untuk berbincang serius
Minta waktu bertemu dan membahas tentang hubungan agar Anda tidak berlarut-larut dalam ketidakpastian.
Jika seseorang benar serius, maka dia akan memprioritaskan serta mau meluangkan waktu untuk bertemu dan berkomitmen lebih jauh.
Baca Juga: Merasa Gelisah dan Tertekan? Ini Perbedaan Anxiety dan Stress Serta Cara Menghadapinya
4. Hindari mengemis waktu dan perhatian
Jika si dia menghilang atau memberikan sinyal samar, jangan ragu untuk meninggalkannya.
Hormati diri sendiri dengan tidak mengemis waktu dan perhatian untuk seseorang yang tidak bisa menghargai Anda.
Pada dasarnya, breadcrumbing adalah perilaku negatif dan harus dihindari dalam sebuah hubungan. Mengenali istilah breadcrumbing, ciri, hingga tips mengatasinya adalah langkah awal yang baik untuk mengetahui dan mewaspadai adanya perilaku breadcrumbing disekitar Anda.
Editor : Imron Arlado