JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah hiruk pikuk kesibukan sehari hari, dan tuntutan hidup yang kian memberat, setiap individu sudah pasti merasakan lelah yang menjalar dari fisik hingga menyebar ke seluruh tubuh dan pikiran.
Terkadang juga hingga membuat seseorang kehilangan arah, lelah secara mental, dan kehilangan dirinya sendiri.
Salah satu cara sederhana yang semakin populer saat ini untuk menghindarkan diri dari kehilangan arah, burn out, ataupun kesehatan mental melemah adalah Expressive Writing atau yang biasa dikenal dengan Journaling.
Mulanya, konsep journaling atau expressive writing ini dikembangkan oleh salah satu profesor psikologi dari University of Texas at Austin yang bernama Dr. James W. Pennebaker. Ia juga dianggap sebagai pelopor riset expressive writing atau journaling.
Expressive writing sendiri didefinisikan sebagai kebiasaan menuliskan atau meluapkan perasaan yang sedang dirasakan dalam bentuk tulisan di buku harian atau aplikasi catatan digital.
Kebiasaan ini dianggap sebagai cara mudah dan tanpa berbayar untuk merefleksikan serta merawat diri dari dalam.
Tak ada peraturan khusus untuk melakukan cara ini, semua orang bebas menulis apapun yang tengah mereka rasakan atau yang akan mereka lakukan. Seperti target hidup, curhatan harian, dan daftar rasa syukur.
Expressive writing bukan hanya sekedar tips yang populer di masa kini, tapi juga salah satu bentuk terapi diri yang sudah terbukti secara ilmiah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental.
Menurut Dr. James W. Pennebaker, melalui expressive writing atau teknik menulis pengalaman atau pikiran pribadi secara emosional dapat membantu seseorang untuk memahami serta memproses pengalaman tersebut.
Baca Juga: Berpotensi Muncul Tersangka Baru
Yang kemudian dapat membawa manfaat untuk kesehatan mental, seperti membantu seseorang untuk kembali mengenali dirinya sendiri.
Dalam jurnal penelitiannya yang terbit pada tahun 1997 di Psychological Science, James W. Pennebaker menuturkan bahwa journaling dapat membantu seseorang pulih dari trauma.
Tulisan tersebut berjudul Writing about Emotional Experiences as a Therapeutic Process, yang membahas bahwa melakukan expressive writing termasuk dalam proses terapi.
Tak hanya itu, expressive writing juga memiliki manfaat yang cukup besar dalam meredakan depresi ringan hingga sedang dan mengembalikan suasana hati.
Selain manfaatnya yang dapat memulihkan seseorang dari trauma hingga depresi, mengenali diri sendiri, dan meluapkan emosi. Expressive writing juga memiliki manfaat lain yaitu:
Baca Juga: Sekdin dan Kabid DPUPR Perakim Dibiarkan Lowong
- Dapat mengubah pola pikir negatif
Expressive writing dianggap dapat membantu seseorang mengubah atau memudarkan pemikiran negatifnya menjadi lebih seimbang dan masuk akal.
Karena saat seseorang menulis tentang kegagalannya, ia akan secara bertahap menemukan penyebab dirinya gagal serta cara menyikapinya.
- Meningkatkan imunitas tubuh
Dalam penelitiannya, Dr. James W. Pennebaker menyebutkan bahwa melakukan expressive writing selama 15-20 menit selama 3-4 hari berturut-turut dapat meningkatkan imunitas tubuh. Tubuh menjadi lebih tahan terhadap penyakit dan tekanan darah menjadi lebih stabil.
- Bisa menjadi sarana kreativitas
Saat seseorang melakukan expressive writing atau journaling, secara bertahap mereka akan terlatih untuk merangkai sebuah kata menjadi kalimat.
Dengan expressive writing, mereka dapat menemukan sisi kreatifnya yang tersembunyi. Karena lebih dari puluhan ide-ide kreatif bahkan karya besar lahir dari jurnal pribadi. Seperti tokoh Leonardo da Vinci dan Virginia Woolf.
Itu dia penjelasan mengenai teknik expressive writing yang semakin populer di masa kini. Tertarik untuk mencobanya?
FANEZA
Editor : Imron Arlado