Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sidak Bor-boran Kedungsari, Pemkot Mojokerto hingga Ketua RT Tak Akui Bungkus Kondom Pria dan Gel Pelumas

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 10 Juli 2025 | 04:36 WIB

KOMPAK BERKILAH: Pejabat Pemkot Mojokerto bersama pengurus lingkungan memeriksa lokasi bor-boran Kedungsari yang diduga jadi arena gay, Rabu (9/7) malam.
KOMPAK BERKILAH: Pejabat Pemkot Mojokerto bersama pengurus lingkungan memeriksa lokasi bor-boran Kedungsari yang diduga jadi arena gay, Rabu (9/7) malam.
MAGERSARI - Pemkot Mojokerto mengecek lokasi bekas bor-boran air hangat yang diduga jadi tempat berkumpul gay di lahan aset Lingkungan Kedungsari, Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Rabu (9/7) malam.

Dalam sidak ini, pejabat pemkot hingga pengurus RT setempat kompak membantah adanya praktik seksual menyimpang tersebut.

Padahal, petunjuk adanya jejak tindak asusila berceceran di lokasi.

Dalam sidak yang melibatkan satpol PP, dishub, TNI, kecamatan, dan kelurahan sekitar pukul 19.00 ini, seorang petugas menemukan bungkus kondom laki-laki dan gel pelumas.

Barang itu sebelumnya yang ditemukan awak media saat mengecek lokasi pada Rabu (9/7) siang.

TEMUAN: Petugas mendapati bekas bungkus gel yang diduga komunitas gay di bor-boran Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (9/7).
TEMUAN: Petugas mendapati bekas bungkus gel yang diduga komunitas gay di bor-boran Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (9/7).

Selain barang bukti, pengakuan dari tiga warga sekitar yang ditemui secara terpisah juga menyebut adanya tindak asusila gay di tempat tersebut.

"Sudah setahunan dari 2023 digunakan seperti itu, ya pasangan homo. Biasanya saat malam, sesama laki-laki hampir tiap hari. Dulu pernah dibubarkan warga karena menyimpang," jelas RB, salah seorang warga.

Tapi, semua kesaksian itu tak diakui saat sidak. Ketua RT setempat Sumali, mengatakan pihaknya berjaga hampir sepanjang malam sampai dini hari.

"Tidak ada itu (aktivitas gay), tidak benar juga (ada pembubaran), Dipastikan bukan itu (bungkus kondom dan pelumas). Pihak lingkungan pasang pagar supaya tidak dipakai keluar masuk kalau malam," kilahnya.

KOMPAK BERKILAH: Pejabat Pemkot Mojokerto bersama pengurus lingkungan memeriksa lokasi bor-boran Kedungsari yang diduga jadi arena gay, Rabu (9/7) malam.
KOMPAK BERKILAH: Pejabat Pemkot Mojokerto bersama pengurus lingkungan memeriksa lokasi bor-boran Kedungsari yang diduga jadi arena gay, Rabu (9/7) malam.

Hal senada disampaikan Plt Kasatpol PP Kota Mojokerto Abdul Rachman Tuwo. Menurutnya, kolam air hangat ini hanya dipakai mandi sebagaimana umumnya.

Dirinya pun menyebut tak ada temuan barang mencurigakan. "Karena memang dipakai mandi ada bekas sabun, sampo, detergen," ucapnya.

Tuwo menyatakan anak buahnya bakal patroli untuk melakukan pengawasan di lokasi.

Adapun Plt Kepala Dishub Kota Mojokerto Amin Wachid menyebut bakal melakukan pembersihan dan pemasangan lampu di lokasi pada Kamis (10/7). (adi/fen) 

Editor : Fendy Hermansyah
#Pemkot Mojokerto #Gay mojokerto #komunitas gay