Dalam sidak ini, pejabat pemkot hingga pengurus RT setempat kompak membantah adanya praktik seksual menyimpang tersebut.
Padahal, petunjuk adanya jejak tindak asusila berceceran di lokasi.
Dalam sidak yang melibatkan satpol PP, dishub, TNI, kecamatan, dan kelurahan sekitar pukul 19.00 ini, seorang petugas menemukan bungkus kondom laki-laki dan gel pelumas.
Barang itu sebelumnya yang ditemukan awak media saat mengecek lokasi pada Rabu (9/7) siang.
Selain barang bukti, pengakuan dari tiga warga sekitar yang ditemui secara terpisah juga menyebut adanya tindak asusila gay di tempat tersebut.
"Sudah setahunan dari 2023 digunakan seperti itu, ya pasangan homo. Biasanya saat malam, sesama laki-laki hampir tiap hari. Dulu pernah dibubarkan warga karena menyimpang," jelas RB, salah seorang warga.
Tapi, semua kesaksian itu tak diakui saat sidak. Ketua RT setempat Sumali, mengatakan pihaknya berjaga hampir sepanjang malam sampai dini hari.
"Tidak ada itu (aktivitas gay), tidak benar juga (ada pembubaran), Dipastikan bukan itu (bungkus kondom dan pelumas). Pihak lingkungan pasang pagar supaya tidak dipakai keluar masuk kalau malam," kilahnya.
Hal senada disampaikan Plt Kasatpol PP Kota Mojokerto Abdul Rachman Tuwo. Menurutnya, kolam air hangat ini hanya dipakai mandi sebagaimana umumnya.
Dirinya pun menyebut tak ada temuan barang mencurigakan. "Karena memang dipakai mandi ada bekas sabun, sampo, detergen," ucapnya.
Tuwo menyatakan anak buahnya bakal patroli untuk melakukan pengawasan di lokasi.
Adapun Plt Kepala Dishub Kota Mojokerto Amin Wachid menyebut bakal melakukan pembersihan dan pemasangan lampu di lokasi pada Kamis (10/7). (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah