JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Terjadi kericuhan antar driver ShopeeFood perempuan dengan pelanggan laki-laki pada Kamis (3/7/2025), di Godean, Kabupaten Sleman, DIY. Kejadian tersebut viral di sosial media karena video TikTok yang diunggah oleh driver perempuan berinisial AM.
Kericuhan bermula ketika driver ShopeeFood perempuan yang ditemani oleh pacarnya terlambat dalam mengantar pesanan sekitar 5 menit. Keterlambatan tersebut bukan berasal dari kesalahan pribadi driver, melainkan karena driver menerima double order dan terlambat karena macet akibat kirab budaya.
Ketika sampai di rumah pelanggan berinisial T, driver berinisial AD menjelaskan situasi double order dan memohon pengertiannya.
Namun, pelanggan berinisial T tidak peduli dan membalas dengan nada tinggi.
“Mau dikasih bintang berapa, Mas?”.
“Saya orang pelayaran, tahu disiplin tidak?” ujar T dikutip dari video unggahan @ayuntyasss di TikTok, Jumat (4/7/2025).
Menyaksikan kejadian tersebut, AM yang ikut mengantar pesanan mencoba membantu kekasihnya dengan turut menjelaskan tetapi justu mendapat kekerasan dari T.
Menurut pengakuan korban yakni AM, ia diseret dan dijambak oleh dua orang. Kacamata yang dikenakan AM sampai terlepas. Bahkan, wajah dan tangannya juga terluka akibat cakaran.
AM menuntut adanya keadilan untuknya dan kekasihnya karena tidak hanya menyisakan luka fisik tetapi juga psikis bagi keduanya.
Setelah melakukan visum, AM menyerahkan hasilnya kepada Polresta Sleman sebagai bukti.
Akibat unggahan video AM yang viral di sosial media, mengundang berbagai reaksi dari penonton. Salah satunya yakni driver ShopeeFood yang terkenal oleh ikatan solidaritasnya yang tinggi.
Oleh sebab itu, ratusan driver ShopeeFood berjaket oranye melakukan aksi solidaritas karena merasa tidak terima atas kejadian yang diterima rekan sejawatnya dengan mendatangi rumah T di Bantulan pada hari Jumat, 4 Juli 2025.
T yang terdesak oleh massa driver ShopeeFood akhirnya menyampaikan permintaan maaf di hadapan aparat kepolisian.
“Setelah T meminta maaf, akhirnya driver ShopeeFood kami minta balik ke rumah masing-masing. Untuk selanjutnya, kita melakukan pemeriksaan terhadap terlapor ini,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ari Septyan.
Menurut pengakuan Agha, massa tidak langsung kembali ke rumah masing-masing. Polisi juga telah menyiapkan anggota di sekitar rumah T untuk menghindari terjadinya kejadian anarkis.
Namun, mobil patrol Polsek Godean justru menjadi sasaran warga.
Kericuhan kembali berlanjut yang berujung menyebabkan kerusakan fasilitas umum, termasuk mobil milik Polsek Godean.
Pihak kepolisian saat ini masih dalam proses penyelidikan terhadap rekaman CCTV untuk memastikan siapa yang melakukan kekerasan terhadap AM.
“Terlapor sudah diperiksa. Tapi kita masih belum tetapkan tersangka karena kita lihat benar tidak waktu kejadian itu dia sempat mukul atau tidak. Karena di situ kan ada beberapa orang,” ungkap Agha saat ditemui oleh wartawan, Sabtu (5/7/2025).
Menurut polisi, kondisi terkini sudah mulai kondusif. LINDA
Editor : Imron Arlado