Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Selalu Dianggap Negatif? Pahami Definisi Hedonisme, Karakteristik, Hingga Dampak Positifnya dalam Kehidupan Sehari-hari!

Eki Septian Tri Wulansari • Minggu, 6 Juli 2025 | 20:22 WIB
Selalu Dianggap Negatif? Pahami Definisi Hedonisme, Karakteristik, Hingga Dampak Positifnya dalam Kehidupan Sehari-hari! (sumber: Freepik)
Selalu Dianggap Negatif? Pahami Definisi Hedonisme, Karakteristik, Hingga Dampak Positifnya dalam Kehidupan Sehari-hari! (sumber: Freepik)

RADAR MOJOKERTO - Dalam keseharian kita tentu tidak asing lagi dengan istilah hedonisme. Istilah yang kerap menjadi padanan kata keborosan ini seringkali berkonotasi negatif dalam lingkup sosial.

Namun tahukah Anda bahwa ternyata hedonisme merupakan aliran filsafat yang pada dasarnya memiliki arti pencarian kesenangan dan ternyata tidak selalu mengandung makna negatif?

Artikel berikut membeberkan hedonisme sebagai aliran filsafat dimulai dari definisi, konotasi negatif, karakteristik, hingga dampak positif penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Definisi Hedonisme

Dilansir dari artikel positivepsychology.com, hedonisme adalah sebuah aliran filsafat tentang kesenangan dan penghindaran terhadap rasa sakit.

Hedonisme seiring perkembangan waktu dilihat sebagai sebuah aliran pemenuhan kesenangan dan kepuasan untuk mendefinisikan tujuan kehidupan mereka. Ini sejalan dengan jenis hedonisme motivasi yang mengklaim bahwa perilaku manusia didorong oleh penghindaran rasa sakit dan mengejar kesenangan.

Pelaku hedonisme kerap menghamburkan uang bahkan tenaga mereka hanya untuk memenuhi keinginannya dengan tujuan mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan.

Dengan demikian, penganut aliran hedonisme akan berbanding terbalik dengan frugal living. Pandangan hidup frugal living lebih mengedepankan kebutuhan, sedangkan hedonisme didasarkan pada keinginan dan kepuasan semata.

Namun, paham hedonisme bisa lebih dekat dengan istilah YOLO (You Only Live Once). Sebab keduanya sama-sama berorientasi pada kesenangan dan kepuasan tanpa memperhatikan konsekuensi jangka panjang.

 

Baca Juga: Lomba Tari Kreasi Tradisi Se-Mojokerto Raya

 

Hedonisme dalam Perspektif Negatif

Bagi sebagian orang, hedonisme akan dianggap sebagai suatu aliran berdampak negatif untuk aspek kehidupan.

Hal tersebut diakibatkan seseorang yang terlalu mementingkan diri sendiri dalam memenuhi keinginannya secara berlebihan.

Pengadaan suatu benda hanya untuk kepuasan dan kesenangan dalam rangka pemenuhan emosi sesaat diri sendiri dan bisa jadi gengsi kerap menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan.

Seorang hedonis jika tak memiliki kontrol bagi pengeluarannya akan rentan mengalami kehancuran karir, keuangan, dan kebangkrutan akibat pemenuhan kesenangan dan kepuasan pribadi.

Karakteristik Hedonisme

Terkadang perilaku hedonisme kurang disadari bagi sebagian orang karena telah dianggap sebagai gaya hidup biasa saja.

Namun, ternyata aliran satu ini memiliki karakteristik tersendiri, berikut diantaranya

1. Mementingkan diri sendiri

Seorang penganut hedonisme tanpa disadari seringkali terlalu mementingkan dirinya sendiri atau dikenal egois.

Untuk mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan pribadinya, bahkan seorang hedonis bisa merasa tidak peduli akan kebahagiaan orang lain.

2. Konsumtif

Tentu saja para pelaku hedonis adalah seorang konsumtif dan cenderung boros. Pemenuhan kesenangan biasanya dikaitkan dengan pembelian barang secara berlebih dalam bentuk apapun. Hal tersebut akan dilakukan seorang hedonis secara impulsif dan terkadang tanpa memperhatikan jangka panjang dari perilaku tersebut.

 

Baca Juga: Memasuki Bulan Muharram 2025, Persiapkan Diri dengan Catat Tanggal Puasa Tasua dan Asyura Sebagai Amalan Pelebur Dosa: Berikut Beberapa Keutamaanya

 

3. Tidak pernah merasa puas

Seorang hedonis tidak akan merasa puas terhadap apa yang telah dimiliki olehnya. Penganut aliran ini akan berpindah-pindah dari kesenangan satu ke kesenangan lain karena selalu merasa kurang terhadap kesenangan yang didapat.

4. Materialis

Identik dengan meraih kesenangan dengan mengorbankan uang dan penggunaannya untuk memenuhi kebutuhan material alam kehidupan, tak heran jika penganut hedonisme memiliki karakteristik materialis.

Sebab, materi amat penting untuk pemenuhan kesenangan dalam dirinya. Selain itu, penganut hedonisme juga kerap dikaitkan dengan sifat sombong atas pencapaian kesenangannya tersebut.

5. Suka kemewahan

Kemewahan menjadi salah satu simbol penganut aliran yang mulai dikenalkan sejak abad ke-4 SM ini. 

Pemenuhan standar ideal kehidupan dan keinginan meraih kebahagiaan tertentu terkadang menjadi momok menakutkan bagi seorang hedonis yang cenderung memaksakan dirinya untuk mampu dalam memenuhi keinginan tersebut.

Dampak Positif Hedonisme

Meski lekat kaitannya dengan hal negatif seperti mengorbankan kebahagiaan orang lain, berhutang, dan keterpurukan lainnya, ternyata aliran hedonisme juga memiliki dampak positif yang bisa diambil loh!

1. Pemahaman akan kebutuhan diri

Meski kerap dikaitkan dengan pemenuhan keinginan dan ketidakpuasan, ternyata penganut hedonisme jadi lebih memahami tentang kebutuhan dalam dirinya untuk menjalani hidup.

2. Motivasi bekerja lebih keras

Ketika telah memasuki ranah hedonisme, seseorang cenderung akan bekerja lebih giat dalam upaya pemenuhan keinginannya.

Seorang hedonis jarang menurunkan standar atau kualitas hidup mereka dan cenderung mencari cara untuk tetap mempertahankan bahkan meningkatkannya. Maka tak jarang jika para penganut aliran hedonisme akan termotivasi untuk bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya tersebut. 

 

Baca Juga: Mengapa setelah Alami Emosi Hebat, Badan Menjadi Lelah? Ternyata Ini Penyebabnya

 

3. Meminimalisir stress

Tak bisa dipungkiri bahwa ketika seseorang merasakan senang atau bahagia, maka stress akan diminimalisir dalam hidup.

Kepuasan diri dengan berbelanja dan berfoya-foya untuk memenuhi gaya hidup kerap dianggap sebagai upaya untuk mengurangi beban pikiran dan stress.

Meski begitu, hedonisme malah bisa memicu stress jika pemenuhan gaya hidup tidak sesuai dengan keadaan dan kondisi finansial yang tepat.

4. Memanfaatkan peluang dengan baik

Seorang penganut hedonis akan selalu melihat peluang baru yang menghasilkan dan memberikan keuntungan. Pemanfaatan peluang secara optimal bisa mengundang mereka untuk memenuhi keinginan dalam mencapai kesenangan dan kepuasan diri.  

 

Baca Juga: Ketahanan Pangan Era Majapahit Ditopang Petani hingga Nelayan

 

5. Peningkatan kreativitas

Seorang hedonis akan terus memiliki keinginan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan mengundang kreativitas dalam dirinya. Sebab, hal-hal baru inilah yang bisa mendatangkan keuntungan untuk membantu mewujudkan keinginan dan pemenuhan gaya hidupnya.

Nah itulah definisi hingga dampak positif yang bisa datang dari aliran filsafat hedonisme. Ada baiknya, jika menganut suatu aliran sebagai tujuan kehidupan, perlu mempertimbangkan aspek-aspek lain, misal kemampuan secara finansial.

Sebab jika tidak bijaksana, maka aliran apapun bisa jadi malapetaka yang dapat menghancurkan kehidupan.

Editor : Imron Arlado
#Stress #karakteristik #egois #senang #dampak positif #Hedonisme #kebahagiaan #Frugal Living #finansial