JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Setiap tanggal 3 Juli dunia memperingati Hari Tanpa Kantong Plastik Internasional atau International Plastic Bag Free Day.
Adanya Hari Tanpa Kantong Plastik Internasional bertujuan sebagai ajakan untuk tidak menggunakan kantong plastik selama sehari. Namun, bukan hanya itu saja, melainkan sebagai upaya untuk menyadarkan manusia terkait dampak buruk penggunaan plastik terhadap lingkungan.
Polusi sampah plastik tidak hanya ditemukan di negara berkembang saja tetapi negara-negara maju juga tidak luput dari permasalahan ini. Oleh sebab itu, sampah plastik menjadi salah satu masalah global yang menjadi tantangan lingkungan terbesar di dunia.
Bermula dari sebuah gerakan global yakni Bag Free World yang memiliki tujuan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang menginspirasi belahan dunia.
Maka dari itu, Zero Waste Europe meluncurkan kampanye yang menentang kantong plastik sekali pakai. Kampanye tersebut berhasil menarik perhatian banyak negara untuk menerapkan larangan menggunakan kantong plastik.
Hingga saat ini, tanggal 3 Juli diperingati sebagai Hari Tanpa Kantong Plastik Internasional oleh banyak negara di berbagai belahan dunia.
Mengapa sampah plastik dapat menjadi masalah global? Berikut penjabaran terkait bahaya sampah plastik yang dapat merusak lingkungan.
- Sulit Terurai
Sampah kantong plastic membutuhkan waktu ratusan tahun agar dapat terurai di alam. Hal itu disebabkan oleh bahan dasar dari kantong plastik yakni polietilena yang tidak dapat terurai oleh mikroorganisme. Oleh sebab itu, sampah kantong plastik yang menumpuk menimbulkan masalah lingkungan.
- Merusak Ekosistem Laut
Dampak dari pembuangan sampah kantong plastik ke laut dapat berbahaya bagi hewan-hewan yang ada di laut. Sampah kantong plastik yang terbuang tersebut dapat dikira sebagai makanan oleh hewan laut sehingga tak jarang mengakibatkan kematian.
- Dampak Mikroplastik
Sampah kantong plastik yang terkena sinar matahari dapat berfragmentasi menjadi partikel yang lebih kecil yang disebut mikroplastik. Akibatnya dapat masuk ke rantai makanan terutama makanan laut, sehingga berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.
- Berbahaya Bagi Kesehatan Manusia
Kantong plastik mengandung bahan kimia seperti bisfenol A (BPA) dan ftalat. Kandungan tersebut dapat mengganggu sistem endokrin manusia. Kantong plastik tidak disarankan untuk menyimpan makanan secara berulang karena bahan kimia yang terkandung akan meresap ke dalam makanan. Sehingga dapat menyebabkan penyakit seperti kanker.
Tidak perlu menunggu tanggal 3 Juli untuk mengurangi sampah plastik. Berikut adalah upaya-upaya yang dapat dilakukan di kehidupan sehari-hari untuk mengurangi sampah plastik:
- Menggunakan Tas Belanja Kain
Mengapa menggunakan tas berbahan kain? karena tas berbahan kain dapat digunakan berulang kali sehingga lebih ramah lingkungan.
- Mengurangi Membeli Bahan Berkemasan Plastik
Dengan memilih produk yang tidak berkemasan plastik, tentunya termasuk salah satu upaya untuk mengurangi kemasan plastik.
- Menggunakan Alat Makan Pribadi
Upaya paling mudah untuk dilakukan adalah dengan membawa alat makan pribadi jika bepergian. Dengan demikian, tindakan tersebut dapat mengurangi penggunaan sendok dan garpu plastik agar ramah lingkungan.
Demikian beberapa upaya yang mudah dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik. Semoga artikel ini dapat menginspirasi banyak orang untuk menjaga bumi dari sampah plastik. LINDA
Editor : Imron Arlado