JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kabar duka menyelimuti Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada (KKN UGM) di Maluku Tenggara pada Selasa, 1 Juli 2025 pukul 15.28 WIT.
Tragedi tersebut disebabkan oleh badai sehingga longboat yang mereka tumpangi terbalik di perairan Debut dan merenggut dua nyawa mahasiswa UGM.
Dua korban yang dinyatakan meninggal dunia menurut Direktur Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Rustamadji adalah Septian Eka Rahmadi, 21 dan Bagus Adi Prayogo, 21. Sementara lima mahasiswa lainnya berhasil selamat.
Kelompok KKN UGM yang berjumlah tujuh orang tersebut memiliki program Revitalisasi Terumbu Karang dengan metode Artificial Patch Reef (APR) yang mengharuskan mengambil pasir dari pulau lain.
Demi menunjang program tersebut, maka tujuh orang mahasiswa ditemani oleh warga setempat untuk mengambil pasir secara langsung di perairan Debut, Maluku Tenggara. Pasir itu rencananya untuk membangun tempat pembuangan sampah (TPS) di desa tersebut.
Pengambilan pasir dilakukan dua kali karena keterbatasan longboat yang dimiliki. Perjalanan longboat pertama berisikan lima orang dan 35 karung pasir berjalan tanpa kendala.
Namun, pada saat longboat kedua yang berisi 12 orang dan 16 karung pasir dalam perjalanan pulang menuju Pulau Wahr tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga.
Ketika longboat kedua telah melaju sekitar 300 meter menuju bibir pantai, datang badai disertai ombak yang menyebabkan longboat terbalik. Sejumlah 12 orang segera berusaha berenang menuju bibir pantai. Namun, dua mahasiswa tertinggal.
Sebanyak 12 orang tersebut di antaranya adalah tujuh mahasiswa UGM dan lima orang penduduk setempat.
Menurut keterangan yang diperoleh dari Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM yakni Djarot Heru Santoso.
Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM yang bernama Septian Eka Rahmadi sempat berhasil sampai di pantai tetapi dinyatakan meninggal dunia ketika dalam perjalanan ke rumah sakit.
Sementara mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang bernama Bagus Adi Prayogo sempat dinyatakan hilang dan baru ditemukan pada pukul 23.00 WIT oleh Tim SAR gabungan dan segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk mendapat penanganan medis.
Dari jumlah keseluruhan 12 orang, 10 orang dinyatakan selamat dan dua orang mahasiswa dinyatakan meninggal dunia.
Menanggapi tragedi laka laut yang menimpa KKN UGM di Maluku Tenggara, Rustamadji selaku Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas dua mahasiswanya yakni Septian dan Bagus yang telah berpulang.
Dilansir dari laman resmi UGM, Rustamadji menyatakan rasa kehilangan atas mahasiswanya yang aktif dan peduli terhadap lingkungan sekitar, serta telah mendedikasikan pengabdiannya untuk masyarakat.
Beliau juga mendoakan agar kedua mahasiswanya yang telah berpulang dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Pihak UGM telah berkoordinasi terkait pemulangan jenazah dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, Dosen Pembimbing Lapangan, dan KAGAMA Maluku untuk mendapat tindakan lebih lanjut. LINDA
Editor : Imron Arlado