Kepala Dishub Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, penupan sepenuhnya pada jalur sisi barat jembatan Gajah Mada mulai diterapkan kemarin.
Praktis, semua kendaraan dari arah kota dilakukan pengalihan arus bagi yang mengarah ke wilayah utara sungai Brantas.
’’Penutupan satu jalur efektif berlaku mulai hari ini (kemarin, Red) sampai sepuluh hari ke depan,’’ ungkapnya, Selasa (1/7).
Petugas telah memasang pembatas berupa water barrier pada akses masuk jembatan Gajah Mada dari arah Kota Mojokerto. Jalur pada sisi barat ditutup total selama 24 jam karena sedang dilakukan perbaikan jembatan.
’’Sudah mulai pemasangan alat-alat, besok (hari ini, red) mulai pekerjaan perbaikan,’’ tandas dia.
Amin menyatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Mojokerto untuk melakukan rekayasa lalu lintas hingga 11 Juli nanti.
Yakni dengan menerapkan pengalihan arus kendaraan dari arah kota agar melintas melalui bawah jembatan menuju Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Jatikulon, simpang empat Mertex, dan Jalan Raya Bypass.
'’Untuk kendaraan roda dua juga dapat melalui jembatan Lespadangan,’’ paparnya.
Sementara dari wilayah utara Sungai Brantas, kendaraan yang mengarah ke Kota Mojokerto tetap bisa melintas pada lajur sisi timur jembatan Gajah Mada.
Sehingga, akses yang menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto ini hanya difungsikan untuk satu arah. Namun, hal itu khusus berlaku untuk kendaraan jenis motor dan mobil pribadi.
’’Kendaraan roda enam ke atas dilarang melitasi jembatan,’’ imbuh pejabat yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto ini.
Amin menyebutkan, penutupan perdana pada satu jalur di jembatan Gajah Mada kemarin tidak berdampak timbulnya kemacetan. Kendati demikian, Dishub dan Satlantas Polres Mojokerto tetap menyiagakan personel guna mengantisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas.
’’Kami upayakan agar tidak terlalu banyak mengganggu pengguna jalan, karena penutupan satu jalur ini berlaku selama pekerjaan perbaikan,’’ pungkas Amin. (ram/fen)
Editor : Fendy Hermansyah