Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, proyek drainase tetap menjadi fokus pembangunan di tahun anggaran 2025. Bahkan, paket pengerjaan fisik yang menjadi prioritas kini sudah digulirkan.
’’Tahun ini peningkatan sistem drainase di sejumlah titik tetap menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Mojokerto. Total ada 14 paket dengan nilai anggaran Rp 16,72 miliar,’’ ungkapnya.
Belasan paket pengerjaan fisik tersebut saat ini juga sudah digulirkan. Setelah sebelumnya proyek infrastruktur tersebut muncul pemenang. Hal itu sebagai upaya percepatan pembangunan daerah sehingga ditargetkan bisa tuntas sebelum ganti tahun.
’’Semuanya sudah berkontrak, pengerjaan di lapangan juga sudah dimulai. Pelaksanaan ditarget tujuh bulan, dimulai Juni sampai Desember,’’ jelasnya.
Paling jumbo, sebut Rinaldi, pembangunan sistem drainase perkotaan Desa Kupang, Kecamatan Jetis sebesar Rp 2,461 miliar. Disusul, drainase lingkungan Desa Mojopilang, Kecamatan Kemlagi Rp 1,957 miliar.
Lalu, peningkatan sistem drainase lingkungan Desa Kesiman, Kecamatan Trawas Rp1,899 miliar dan drainase perkotaan Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo sebesar Rp1,666 miliar.
Selanjutnya ada peningkatan sistem drainase perkotaan Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet Rp1,151 miliar dan peningkatan sistem drainase lingkungan Desa Balongsari, Kecamatan Jetis juga Rp 1,081 miliar.
Sedangkan untuk anggaran di bawah Rp 1 miliar ada peningkatan sistem drainase lingkungan Desa/Kecamatan Puri Rp 989 juta, peningkatan sistem drainase lingkungan Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu Rp 919 juta, pembangunan sistem drainase perkotaan Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet Rp 814 juta, pembangunan sistem drainase lingkungan Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong Rp 774 juta.
Tak hanya itu ada peningkatan sistem drainase perkotaan Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari Rp 675 juta, peningkatan sistem drainase perkotaan Desa Sumberkembar Kecamatan Pacet Rp 665 juta dan peningkatan sistem drainase lingkungan Desa Wonoploso Kecamatan Gondang sebesar Rp 489 juta.
Pembangunan drainase ini, lanjut Rinaldi, tak lain untuk meminimalisir potensi terjadinya genangan atau banjir. Tak heran, dari 14 paket yang jadi prioritas tahun ini memang di daerah-daerah yang selama ini rawan genangan dan banjir.
Di sisi lain, pembangunan drainase ini juga untuk meminimalisir terjadinya penularan penyakit akibat sistem sanitasi yang buruk dan untuk memperpanjang umur dari sarana infrastruktur di satu kawasan atau pemukiman.
’’Dengan adanya pembangunan drainase ini juga akan membantu penataan suatu kawasan permukiman lebih baik dan lebih sehat,’’ jelasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah