Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jalan Paving Taman Bahari Mojopahit Kota Mojokerto Penuh Pasir dan Kerikil, Sisa Perbaikan, Bahayakan Pengendara

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 2 Juli 2025 | 13:05 WIB

 

 

BAHAYA: Pengguna jalan melintas di Jalan Ir Soekarno, Kota Mojokerto, yang pavingnya berpasir dan berkerikil, kemarin (1/7).
BAHAYA: Pengguna jalan melintas di Jalan Ir Soekarno, Kota Mojokerto, yang pavingnya berpasir dan berkerikil, kemarin (1/7).

KOTA - Perbaikan paving Jalan Ir Soekarno di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM), Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, menyisakan masalah. Pasalnya, pasir sisa perbaikan paving tak dibersihkan sehingga membahayakan pengguna jalan.

Permukaan jalan berpasir itu terdapat di sejumlah titik, khususnya samping bangunan kapal Majapahit dan ujung barat jalan yang dekat dengan Jembatan Rejoto.

Bahkan, beberapa badan jalan dipenuhi ceceran kerikil. Batuan kecil tersebut berserakan di area jalan paving yang berpasir.

Adanya area yang berpasir dan berkerikil ini membuat pengguna jalan tak nyaman. Mereka waswas terjatuh dari kendaraan lantaran kondisi jalan menjadi licin.

Jika terus dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengancam pengguna jalan. ’’Jadi gampang tergelincir lho itu,’’ ucap Bagus, salah seorang pengendara, kemarin (1/7).

Munculnya pasir dan kerikil merupakan sisa dari perbaikan paving jalan yang berlangsung sekitar dua pekan lalu.

Saat itu, sejumlah pekerja tengah memperbaiki paving yang renggang dan jebol. Paving-paving tersebut diganti dan dirapatkan lagi, termasuk menggunakan material pasir dan kerikil.

Sayangnya, setelah perbaikan tuntas, material tak dibersihkan. Akibatnya, permukaan jalan kini berpasir dan penuh dengan kerikil.

’’Harusnya kan diberisihkan, tidak dibiarkan begini malah jadi membahayakan orang,’’ lontarnya.

Untuk diketahui, Jalan Ir Soekarno sudah berkali-kali diperbaiki sejak dibangun akhir 2023. Proyek jalan sepanjang 1 kilometer dari Lingkungan Balongcangkring, Kelurahan Mentikan hingga Jembatan Rejoto itu menelan biaya Rp 5,2 miliar dari APBD Kota Mojokerto.

Persoalan utama terletak pada kondisi paving yang mudah renggang, bahkan lima bulan setelah proyek tuntas. Kondisi tersebut membuat pengguna tak nyaman dan rawan memicu kecelakaan.

Mulanya kerusakan yang muncul diperbaiki CV Tiga Lautan Berlian asal Kabupaten Malang selaku pelaksana proyek.

Namun, setelah masa pemeliharaan selama setahun tuntas, perbaikan menjadi tanggung jawab Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto. Salah satunya yang berlangsung pada April lalu. Akan tetapi hasil perbaikan tersebut tak bertahan lama.

Belum genap dua bulan, paving kembali renggang parah hingga akhirnya diperbaiki lagi pada pertengahan Juni. Selain itu, banyak titik permukaan jalan tak rata sehingga bergelombang saat dilintasi.

Mengingat kerusakan yang berulang, Pembina Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mojokerto Rif’an Hanum menuding proyek dikerjakan asal-asalan dan kurang mengawasan.

Dia juga mencurigai material tanah uruk yang digunakan untuk pemadatan jalan tak sesuai spesifikasi. ’’Karena itu sudah sepatutnya aparat penegak hukum (APH) menelisik proyek jalan penopang TBM ini,’’ tandasnya.

Di sisi lain, pihak Dinas PUPR Perakim berkali-kali menyatakan jika pekerjaan jalan sudah dilakukan secara maksimal, termasuk dalam hal pemadatan.

Soal gampangnya paving mengalami renggang, dinas berdalih kondisi itu disebabkan kontur tanah yang cenderung labil karena berada di tanggung sungai dan ditambah beban kendaraan serta hujan. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kasus korupsi #Taman Bahari Mojopahit #Jalan Paving #Pemkot Mojokerto