Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Membandingkan Dukun Korea di 'Head Over Heels' dengan Dukun Indonesia, Apa Bedanya?

Saffana Raisa Rahmania • Rabu, 2 Juli 2025 | 03:29 WIB

perbedaan mencolok dukun antar kedua negara
perbedaan mencolok dukun antar kedua negara
RADAR MOJOKERTO- Keberadaan dukun sebagai tokoh spiritual telah lama menjadi bagian dari budaya di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Korea Selatan.

Di Indonesia, dukun tidak hanya hadir dalam kehidupan sehari-hari, tapi juga menjadi sosok yang krusial dalam film horor. Kehadiran dukun memberikan daya tarik mistis yang kuat sekaligus memperkaya cerita dengan tradisi lokal yang kental, membuat film horor Indonesia menarik bagi penonton.

Sementara itu di Korea Selatan, praktik perdukunan juga masih eksis dan diwariskan dalam bentuk shamanism modern. Meski tidak selalu ditampilkan dalam genre horor, kehadiran dukun atau yang dikenal sebagai mudang bisa ditemukan dalam drama salah satu contohnya adalah drama Head Over Heels.

Head Over Heels merupakan drama Korea Selatan yang mengisahkan tentang seorang dukun perempuan yang berusaha menyelamatkan pujaan hatinya dari gangguan roh jahat sekaligus melawan takdir kematiannya.

 

Berikut beberapa perbedaan antar keduanya

Latar Budaya

Dukun di Indonesai sendiri berasal dari tradisi animisme dan dinamisme yang telah ada sejak zaman nenek moyang. Mereka memainkan kehidupan spiritual masyarakat, termasuk pengobatan, ritual, dan perlindungan dari roh jahat.

Sedangkan di Korea Selatan, Mudang (dukun) berasal dari praktik shamanisme Korea yang disebut Muism, yang merupakan warisan spiritual asli Korea sebelum masuknya agama.

 

Peran dalam Masyarakat

Dukun di Indonesia kebanyakan laki-laki dimana mereka kerap dimintai tolong untuk urusan asmara, mengirimkan kesialan,  rejeki, atau bahkan pesugihan. Mereka bisa dianggap sakral atau justru menakutkan, tergantung konteksnya.

Sedangkan di Korea Selatan, biasanya adalah perempuan yang menjalani ritual gut untuk menyembuhkan, memanggil roh leluhur, atau menenangkan arwah dimana mereka lebih berperan sebagai pendamai spiritual.

 

Ritual dan Estetika

Di Indonesia, dalam melakukan ritualnya melibatkan sesajen, mantera, benda pusaka, dan lokasi keramat seperti hutan atau makam.

Sedangkan di Korea Selatan, Menggunakan pakaian tradisional berwarna cerah, alat musik seperti gong dan drum, serta tarian spiritual dalam ritual gut.

 

Baca Juga: Deretan Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia Antarklub 2025

 

Keberadaan dukun menunjukkan bahwa praktik spiritual tradisional masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat, meski zaman terus berubah.

 

Editor : Imron Arlado
#Head Over Heels #drama korea #dukun