Di Indonesia, dukun tidak hanya hadir dalam kehidupan sehari-hari, tapi juga menjadi sosok yang krusial dalam film horor. Kehadiran dukun memberikan daya tarik mistis yang kuat sekaligus memperkaya cerita dengan tradisi lokal yang kental, membuat film horor Indonesia menarik bagi penonton.
Sementara itu di Korea Selatan, praktik perdukunan juga masih eksis dan diwariskan dalam bentuk shamanism modern. Meski tidak selalu ditampilkan dalam genre horor, kehadiran dukun atau yang dikenal sebagai mudang bisa ditemukan dalam drama salah satu contohnya adalah drama Head Over Heels.
Head Over Heels merupakan drama Korea Selatan yang mengisahkan tentang seorang dukun perempuan yang berusaha menyelamatkan pujaan hatinya dari gangguan roh jahat sekaligus melawan takdir kematiannya.
Berikut beberapa perbedaan antar keduanya
Latar Budaya
Dukun di Indonesai sendiri berasal dari tradisi animisme dan dinamisme yang telah ada sejak zaman nenek moyang. Mereka memainkan kehidupan spiritual masyarakat, termasuk pengobatan, ritual, dan perlindungan dari roh jahat.
Sedangkan di Korea Selatan, Mudang (dukun) berasal dari praktik shamanisme Korea yang disebut Muism, yang merupakan warisan spiritual asli Korea sebelum masuknya agama.
Peran dalam Masyarakat
Dukun di Indonesia kebanyakan laki-laki dimana mereka kerap dimintai tolong untuk urusan asmara, mengirimkan kesialan, rejeki, atau bahkan pesugihan. Mereka bisa dianggap sakral atau justru menakutkan, tergantung konteksnya.
Sedangkan di Korea Selatan, biasanya adalah perempuan yang menjalani ritual gut untuk menyembuhkan, memanggil roh leluhur, atau menenangkan arwah dimana mereka lebih berperan sebagai pendamai spiritual.
Ritual dan Estetika
Di Indonesia, dalam melakukan ritualnya melibatkan sesajen, mantera, benda pusaka, dan lokasi keramat seperti hutan atau makam.
Sedangkan di Korea Selatan, Menggunakan pakaian tradisional berwarna cerah, alat musik seperti gong dan drum, serta tarian spiritual dalam ritual gut.
Baca Juga: Deretan Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia Antarklub 2025
Keberadaan dukun menunjukkan bahwa praktik spiritual tradisional masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat, meski zaman terus berubah.
Editor : Imron Arlado