Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Rangkuman Ketegangan Amerika vs Iran, Akankah Berlanjut ke Perang Dunia?

Saffana Raisa Rahmania • Sabtu, 28 Juni 2025 | 00:12 WIB

ketegangan Iran vs AS  (Foto: Business Insider)
ketegangan Iran vs AS (Foto: Business Insider)
Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah rangkaian serangan saling balas antara Israel, Iran, dan keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam konflik.

Dunia internasional kini mengamati dengan cemas, apakah eskalasi ini akan berujung pada pecahnya Perang Dunia ketiga.

Konflik ini dimulai pada 12 Juni 2025, ketika Israel melancarkan serangan udara besar-besaran bertajuk Operasi Rising Lion.

Serangan tersebut menargetkan tiga fasilitas nuklir utama Iran di Natanz, Isfahan, dan Fordow, yang diduga menjadi lokasi pengembangan senjata nuklir.

Sebagai respons, Iran segera meluncurkan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, meski sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.

Ketegangan semakin meningkat pada 16 dan 17 Juni, saat Iran menyasar kawasan sipil di Tel Aviv, Bnei Brak, dan Haifa.

Puncaknya terjadi pada 19 Juni, ketika sebuah rudal Iran menghantam rumah sakit di Be’er Sheba, memicu kecaman keras dari komunitas internasional.

Situasi berubah drastis pada 21 Juni. Amerika Serikat, yang sebelumnya hanya memberikan dukungan militer tak langsung kepada Israel, kini turun langsung ke medan konflik.

Melalui Operasi Midnight Hammer, AS menyerang fasilitas nuklir Iran di Isfahan dan Fordow. Presiden Donald Trump mengklaim operasi tersebut berhasil menghancurkan target strategis milik Iran.

Namun, Iran membantah klaim tersebut. Pemerintah Teheran menyatakan bahwa seluruh program nuklirnya telah dipindahkan ke lokasi rahasia, sehingga serangan AS tidak mengenai sasaran vital.

Sebagai balasan, pada 22 Juni, Iran meluncurkan gelombang serangan baru ke Israel menggunakan rudal dan drone balistik.

Konflik memasuki fase kritis pada 23 Juni, ketika Iran mengeluarkan ultimatum kepada Amerika Serikat, mengancam akan menutup Selat Hormuz—jalur vital ekspor minyak dunia.

Iran juga menyatakan seluruh warga sipil dan pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai target potensial.

Sehari kemudian, Iran menembakkan puluhan rudal balistik ke pangkalan militer AS, termasuk Al Udeid Air Base di Qatar—markas terbesar AS di kawasan.

Beruntung, sistem pertahanan Qatar dan Bahrain berhasil mencegat serangan tersebut tanpa korban sipil. Iran menamai serangan ini sebagai Operation Tidings of Victory.

Sementara itu, Presiden Trump dan Pentagon menyatakan siaga penuh serta siap melancarkan balasan yang jauh lebih besar.

Rusia dan China mengecam langkah AS, namun hingga kini masih sebatas dukungan diplomatik tanpa pengerahan pasukan. NATO dan negara-negara Teluk kini aktif mengawasi situasi dan menggelar konsultasi darurat.

Dengan semakin banyak pihak yang terlibat dan skala konflik yang terus membesar, dunia kini dihadapkan pada pertanyaan serius: apakah ini awal dari Perang Dunia ketiga?

 

Editor : Imron Arlado
#Israel #as #iran #amerika #perang duni iii #perang