RADAR MOJOKERTO - Dalam sebuah hubungan, banyak hal dilakukan untuk mempererat koneksi antar pasangan. Usaha tersebut bisa berupa memberikan barang, berusaha memahami perasaan, atau memberikan perhatian dengan menghujani kata-kata romantis kepada pasangan.
Namun apa jadinya jika usaha tersebut ternyata secara tidak sadar masuk dalam kategori hubungan toxic? Artikel berikut akan membahas beberapa hal yang dikira wajar namun ternyata toxic dalam sebuah hubungan bersama pasangan.
1. Pembatasan secara sosial
Jika pasanganmu melarang dan membatasi koneksi pertemanan, pekerjaan, dan lingkungan sosial, ini mengindikasikan hubungan toxic. Sebab, pasangan yang suportif harusnya mendukung untuk terus menemukan lingkungan positif dan bisa membuat pasangan berkembang secara sosial.
Pembatasan secara sosial bisa jadi bentuk ketakutan pasangan terhadap kehilangan. Dalam permasalahan ini, pasangan tidak merasakan ketenangan dan kepercayaan serta dukungan sehingga bisa menyebabkan hubungan berada dalam keterkekangan dan mengalami keretakan secara perlahan.
Parahnya, ketika hubungan berakhir, terkadang seseorang tidak memiliki relasi atau lingkungan sosial memadai karena telah tergerus sejak berhubungan dengan pasangan.
2. Cemburu
Cemburu memanglah hal lumrah dalam sebuah hubungan. Terkadang itulah cara yang dilakukan pasangan untuk menunjukkan cintanya.
Namun sikap ini bisa toxic apabila pasangan terlalu cemburu dan pada akhirnya menjadi posesif dan membatasi aktivitas yang berhubungan dengan lawan jenis atau hal lain yang berpotensi membuat hubungan berakhir.
Baca Juga: Intip Fakta Menarik Squid Game 3, Musim Penutup Kisah dengan Permainan yang Lebih Brutal
3. Manipulasi dan berbohong
Dalih berbohong demi kebaikan sering digunakan untuk membuat pasangan merasa dilindungi dan disayang. Konteks ini bisa disebut sebagai bagian dari kebohongan dan manipulasi yang harus dihindari dan masuk dalam kategori hubungan toxic.
Transparansi dan keterbukaan adalah prioritas dalam sebuah hubungan dan tak ada kebohongan yang tak menyakiti hati pasangan. Jadi cobalah untuk jujur dan tidak menganggap kebohongan adalah hal sepele yang terus menerus diwajarkan dalam sebuah hubungan.
4. Merendahkan pasangan
Menghina dan merendahkan usaha serta potensi dalam diri pasangan adalah bentuk.
Berkomentar terhadap fisik pasangan, cara berpenampilan, jenis pekerjaan atau kata-kata pedas yang sifatnya menyinggung bisa dikategorikan sebagai bentuk hubungan toxic dan merusak.
Meskipun digunakan dengan alasan untuk memperbaiki, namun sejatinya kalimat-kalimat merendahkan sebaiknya diganti dengan kata-kata yang membangun pasangan agar senantiasa lebih baik dan tidak menyakiti hati pasangan.
Merendahkan pasangan baik disengaja atau tidak akan menimbulkan rasa insecure, kekecewaan, bahkan kemarahan karena pasangan akan selalu merasa dirinya tidak cukup baik dan selalu kurang di mata pasangannya.
Baca Juga: Harga Tiket Masuk Ubalan Waterpark Pacet Mojokerto Diturunkan, Fasilitas Semakin Lengkap
5. Lari dari konflik, menganggap semuanya baik-baik saja
Kebiasaan menghilang atau silent treatment dan kembali dengan perasaan baik-baik saja seolah tak pernah ada masalah sebelumnya adalah bagian dari sifat toxic yang sebaiknya tidak terjadi dalam hubungan.
Kebiasaan lari dari konflik dengan metode seperti menghilang atau mendiamkan pasangan tidak seharusnya dilakukan. Alangkah baiknya jika pasangan bisa saling mengkomunikasikan permasalahan yang terjadi agar mendapat jalan tengah dan solusi tepat bagi keduanya.
Nah itu dia 5 hal sepele yang ternyata dikatakan sebagai bagian dari hubungan toxic. Melalui sederetan hal yang bisa dianggap sepele diatas, apakah hubungan Anda bersama pasangan sudah bisa dikatakan sebagai hubungan sehat?
Editor : Imron Arlado