JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Starvision kembali membuat film terbarunya bersama Rhaya Flicks yang berjudul Jodoh 3 Bujang. Film Jodoh 3 Bujang memberikan kesan komedi dan perasaan geram.
Film yang disutradarai oleh Arfan Sabran ini menceritakan 3 saudara laki-laki yang harus melakukan nikah kembar karena adanya hambatan dana untuk melangsungkan sebuah tradisi di sana.
Tiga saudara laki-laki tersebut bernama Fadly (Jourdy Pranata), Kifly (Christoffer Nelwan, dan Ahmad (Rey Bong). Ketika hendak melaksanakan tiga kembar, mereka mengalami sedikit hambatan.
Pada waktu Fadly hendak ke rumah pacarnya ia mendapati kejadian, ternyata di sana tengah berlangsung acara lamaran.
Pacar Fadly telah dijodohkan dengan laki-laki pilihan orang tua yang jauh lebih mapan dari Fadly. Karena hal itulah pelaksanaan nikah kembar ketiga saudara laki-laki tersebut tertunda.
Baca Juga: Kejari Kota Mojokerto Jawab Isu Pengondisian dengan Penetapan Tujuh Tersangka
Ayahnya yang mengetahui hal itu merasa marah dan meminta Fadly untuk segera mencari perempuan yang siap menikah dengan dirinya.
Ternyata, tak hanya menyajikan alur cerita yang seru, film Jodoh 3 Bujang memiliki sejumlah fakta menarik. Simak selengkapnya di sini.
- Suasana Gala Premiere
Pada saat gala premiere film Jodoh 3 Bujang, suasana Bugis-Makassar semakin lengkap karena pemain memakai baju adat dari Makassar. Oleh karena itu, mereka disambut meriah oleh para penontonnya.
Baca Juga: Satlantas Polres Kota Mojokerto Desak Perbaikan Menyeluruh
- Debut Film Panjang dari Arfan Sabran
Sebelumnya, Arfan Sabran merupakan sutradara dari film dokumenter. Ia juga telah meraih beberapa penghargaan seperti Piala Citra FFI kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik 2022. Kini film Jodoh 3 Bujang menjadi film panjang pertama dari Arfan Sabran.
- Pemain Alami Tantangan Bahasa Daerah
Beberapa pemain Jodoh 3 Bujang sempat mengalami kesusahan dalam berbicara menggunakan bahasa daerah asal Makassar. Salah satunya yaitu pemain Fadly yang diperankan oleh Jourdy.
Meskipun Jourdy lahir dari keluarga Minang, akan tetapi dirinya sudah lama tinggal di Jakarta. Sehingga ia merasa sedikit susah dalam mengucapkan bahasa Bugis-Makassar.
Baca Juga: Batu Loncatan Menuju Prestasi hingga Internasional
- Menceritakan Tradisi Pernikahan Makassar
Dalam film Jodoh 3 Bujang, menyajikan sejumlah tradisi pernikahan asal Sulawesi Selatan. Nikah kembar kerap mereka lakukan demi menghemat biaya untuk melangsungkan sebuah pernikahan.
Dalam bahasa Bugis-Makassar tradisi nikah kembar disebut dengan “Mappabotting Kambara”. Pihak keluarga yang memiliki anak lebih dari satu, ketika salah satunya telah dilamar, yang lainnya juga harus segera mencari jodoh supaya bisa melangsungkan suatu pernikahan secara bersamaan.
- Kombinasi Cerita Komedi daan Keluarga
Film Jodoh 3 Bujang akan membawa penonton tertawa dengan alur cerita seru yang diberikan. Film ini juga akan dibintangi oleh salah satu komika Indonesia yaitu Musdalifah Basri.
Tak hanya kesan komedi yang ditonjolkan. Dalam film ini penonton akan dibawa untuk merasakan drama kekeluargaan yang muncul ketika hendak menuju ke pernikahan.
LAILA
Editor : Imron Arlado