Turut hadir mendampingi Kadinkes Jatim, Wakil Bupati Mojokerto dan pimpinan Kwarcab.
Kegiatan yang menjadi ajang pertemuan ratusan Penegak dan Pandega Saka Bakti Husada se-Jawa Timur ini akan digelar hingga 20 Juni ini mengusung tema ’’Tangkas Berkarya, Sehat Indonesia’’, Pertida SBH 2025 menjadi panggung aktualisasi pengabdian Pramuka Jawa Timur untuk kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kakak Arum Sabil menegaskan Pertida bukanlah sekadar ajang perkemahan, melainkan juga ruang belajar, ladang perjuangan, dan panggilan jiwa untuk turut membangun Indonesia yang lebih sehat dan kuat.
’’Kita semua tahu, bahwa membangun bangsa tidak dimulai dari gedung yang tinggi atau teknologi canggih yang mumpuni. Ia dimulai dari tubuh yang sehat, pikiran yang kuat, dan jiwa yang bermartabat,’’ tegasnya.
Ia juga menegaskan Pramuka bukan hanya organisasi kepanduan. Lebih dari itu, Pramuka merupakan pendidikan masyarakat, penggerak perubahan, dan penjaga masa depan. Pertida SBH Jawa Timur 2025 merupakan momentum untuk membuktikan bahwa Pramuka adalah bagian dari solusi untuk setiap tantangan zaman.
’’Adik-adik, tidak akan ada Indonesia Emas 2045 jika kita abai hari ini. Maka dimulai dari Pertida ini, kita kobarkan api pengabdian, bangun semangat kolaborasi, dan kita teguhkan komitmen berkarya untuk bangsa,’’ ucap kak Arum membakar semangat para peserta Pertida.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya Pramuka sebagai generasi muda untuk menjawab tantangan kesehatan nasional, seperti stunting, obesitas, gizi buruk, dan kesehatan mental.
Dalam sambutannya, Kak Arum mengutip data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menunjukkan bahwa meski prevalensi stunting nasional menurun, tantangan masih besar.Jawa Timur sendiri mencatat capaian baik. Terbaik kedua secara nasional setelah Bali yang memperoleh 8,7 persen.
’’Stunting bukan sekadar tinggi badan. Ini tentang masa depan Indonesia 20 tahun yang akan datang. Dan di sinilah peran strategis kita. Pramuka Bakti Husada bukan hanya penonton sejarah, tapi kitalah solusi yang akan mengisi sejarah,’’ jelasnya. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah