JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Perkembangan zaman menjadi pemicu utama terjadinya persaingan dalam kehidupan nyata. Kita diharuskan untuk berkembang secara pengetahuan dan ekonomi.
Terkadang kesalahan dan kegagalan menghampiri kita. Disaat itulah kita mengevaluasi diri supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama dua kali.
Kritikan untuk diri sendiri juga digunakan sebagai motivasi selanjutnya agar terus berjuang meraih impian.
Namun, banyak orang yang susah mengendalikan diri ketika ia sedang berada dalam kegagalan.
Ia terus mengkritik dan menyalahkan dirinya sendiri. Sifat yang seperti inilah yang dimaksud dengan self critical.
Biasanya orang yang memiliki self critical cenderung merasa dirinya terus bersalah, malu, dan menyesali suatu hal yang telah berlalu.
Mereka akan menjadi kurang percaya diri dan ragu untuk mengambil tindakan baru.
Baca Juga: Dikbud Kota Mojokerto Sebut Bakal Rembuk Bersama
Faktor Kepribadian Self Critical
- Pola Asuh saat Masih Kecil
Seseorang yang tumbuh dewasa di lingkungan keluarga yang dipenuhi dengan suasana tuntutan, tidak pernah dihargai, serta suka dikritik cenderung memiliki suara batin untuk terus menyalahkan dirinya bahkan dalam kesalahan kecil.
Mereka akan berusaha terus untuk menjadi yang terbaik karena takut jika dirinya tidak bisa diterima jika gagal meraih ekspektasi tersebut.
Baca Juga: Dinsos Mojokerto Usulkan Rp 8,5 Miliar untuk Pengadaan Lahan Sekolah Rakyat
- Kurangnya Validasi Positif Sejak Kecil
Self critical bisa saja datang kalau seseorang kurang mendapatkan apresiasi sejak ia masih kecil. Validasi bisa menjadi motivasi bagi seorang anak agar dirinya mampu berusaha lebih baik lagi.
Jika anak-anak tumbuh tanpa pujian saat sudah dewasa ia akan menjadi seseorang yang terus merasa bahwa dirinya tidak berharga. Hal itu akan memicu dirinya hanya fokus terhadap suatu kegagalan bukan keberhasilan.
- Trauma akan Kegagalan yang Besar
Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Terkadang kegagalan akan menciptakan trauma yang terus membekas di hati yang paling dalam. Akibatnya seseorang akan terus menyalahkan dirinya dan ia harus bersikap paling benar supaya tidak mengalami kegagalan itu lagi.
- Terpengaruh oleh Media Sosial
Media sosial adalah tempat kita untuk mengabadikan suatu moment ataupun foto selfie dan video tentang diri sendiri. Namun, perasaan tidak puas terhadap pencapaian, kecantikan atau ketampanan pada diri sendiri seringkali muncul. Perasaan itu yang bisa menumbuhkan kepribadian self critical.
Baca Juga: Puluhan Pelamar PPPK Kabupaten Mojokerto Terancam Gugur Lebih Awal
Dampak Self Critical
- Menurunnya rasa percaya diri
- Menimbulkan perasaan cemas yang kronis
- Memicu depresi
- Sulit membangun hubungan yang sehat
- Stagnasi karir karena terus takut saat mengambil risiko
LAILA
Editor : Imron Arlado