RADAR MOJOKERTO - Mendaki gunung adalah salah satu aktivitas menarik yang sedang naik daun dan menjadi tren bagi kalangan anak muda. Mojokerto menjadi salah satu wilayah yang didalamnya memiliki beberapa gunung dengan ketinggian beragam dan pastinya cocok untuk pemula. Salah satu spot pendakian terbaru yang banyak diminati bagi para pendaki pemula adalah MT. Lorokan.
Gunung dengan ketinggian 1.100 mdpl ini berlokasi di Desa Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Jika berasal dari Kota Mojokerto atau Kota Batu, maka jarak yang harus ditempuh untuk masuk ke area pendakian sekitar 30 km dan bisa dijangkau oleh mobil ataupun motor melewati kawasan hutan.
Meski diketahui puncaknya mulai diresmikan sekitar 2020 lalu oleh para Pendaki Ledeh, namun Lorokan umumnya cukup ramai pada akhir pekan. Banyak pendaki ingin menikmati keindahan Lorokan sampai pada puncaknya. Namun tak hanya itu, Lorokan ternyata menyimpan banyak hal menarik dan unik sehingga cocok dijadikan tujuan pendakian, beberapa hal menarik tersebut diantaranya sebagai berikut.
Sebelum mendaki Lorokan, pendaki harus melewati basecamp guna pendataan, pendataan tiket, dan mendapatkan voucher minuman.
1. Lokasi dan biaya
Berlokasi di kawasan Hutan Pacet, banyak yang mengira bahwa lokasi gunung berada di wilayah Batu. Namun terjadi lokasinya masih berada di kawasan Desa Sendi, Pacet.
Perjalanan menuju lokasi pendakian terbilang mudah meski harus tetap berhati-hati ketika melewati tanjakan dan turunan kawasan hutan.
Baca Juga: Inilah 5 Kebiasaan Seseorang yang Sering Memendam Perasaan Tetapi Tidak Menyadarinya
Terkait biaya, pendaki perlu menyiapkan sekitar Rp 15.000 per orang dan parkir sebesar Rp 5.000 (motor) untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Biaya sebesar Rp 15.000 sudah termasuk voucher minuman yang bisa ditukarkan di pos 1 nantinya.
2. Ada 2 jalur pendakian
Mendaki Lorokan bisa lewat dua jalur yang sama-sama menawarkan keindahan. Jalur pertama bisa ditemukan di dekat parkiran sepeda motor. Nantinya, pendaki akan menjumpai air terjun di tengah pendakian ketika melewati rute ini.
Jalur kedua, bertempat sebelum parkiran, terdapat gapura dan jalan setapak yang bisa ditempuh untuk mencapai puncak Lorokan. Pada rute ini, pendaki akan menemukan hamparan kebun bunga-bunga dan melewati mata air yang dinamakan Kedung Waringin.
3. Trek Pemula Friendly
Jalur pendakian Lorokan sangat direkomendasikan bagi pemula karena rute menuju puncak bisa dikatakan landai. Pendaki hanya membutuhkan sekitar 1 jam dengan berjalan santai untuk mencapai puncak Lorokan setinggi 1100 mdpl dengan melewati 4 pos yakni pos basecamp, pos 1, pos 2, dan pos puncak.
Treknya yang landai dan ketinggian yang masih terbilang aman bagi pendaki membuat Lorokan menjadi salah satu gunung yang direkomendasikan untuk tektok atau pendakian dalam waktu singkat dan tanpa perlu menginap.
4. Bonus wisata air terjun
Sisi menarik lain dari mendaki Lorokan, pendaki akan menemukan air terjun di salah satu rute pendakian. Air terjun satu ini bisa dikatakan sebagai hidden gem bagi para pendaki Lorokan.
Pendaki bisa rehat sejenak, menikmati keindahan, dan bermain air di tepian sebelum melanjutkan atau menyelesaikan pendakian.
5. Tanjakan unik
Pendaki Lorokan akan menemukan beberapa tanjakan yang diberi nama-nama unik seperti Tanjakan Manja, Tanjakan Raisa, Tanjakan Bugingan, dan Tanjakan Botok Bolu. Ragam nama unik anjakan ini bisa ditemukan oleh pendaki mulai dari pos 1 hingga puncak.
6. Keindahan Lorokan saat sunrise
Lorokan memiliki spot tepat untuk melihat sunrise. Tak jarang pendaki memilih bermalam atau nge camp untuk menikmati keindahan matahari terbit dari puncak Lorokan keesokan harinya.
7. Satwa liar (monyet) di alam bebas
Saat berada di puncak, pendaki akan menemukan banyak monyet berkeliaran. Monyet-monyet ini terbilang tidak mengganggu, meski begitu para pendaki harus tetap berhati-hati.
Pihak penjagaan Lorokan juga menghimbau kepada para pendaki agar tidak memberikan makanan apapun kepada monyet yang berkeliaran tersebut.
Baca Juga: Inilah 5 Kebiasaan Seseorang yang Sering Memendam Perasaan Tetapi Tidak Menyadarinya
8. Tempat Berkemah
Lorokan juga menyediakan tempat untuk berkemah sampai persewaan tenda bagi yang membutuhkan. Pendaki yang ingin bermalam bisa mendirikan tenda di pos 1.
Lokasi pendirian tenda ini dekat dengan cafe, toilet, dan mushola sehingga memberikan kemudahan bagi para pendaki Lorokan.
Nah itu dia beberapa fakta unik dan menarik yang bisa ditemukan ketika mendaki Gunung Lorokan. Pada dasarnya, meski terbilang aman bagi pemula, namun alangkah baiknya tetap menjaga stamina dan fokus ketika mendaki gunung satu ini. Terlebih saat cuaca kurang mendukung, maka pendaki harus berhati-hati agar tidak mudah tergelincir.