Pernah nggak sih kamu merasa kecewa waktu lihat hasil foto di kamera, padahal tadi pas ngaca rasanya udah oke banget
Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang mengalami hal yang sama di cermin, wajah terlihat simetris. Tapi begitu difoto, kok rasanya beda banget, kayak bukan diri sendiri?
Ternyata, ada penjelasan ilmiah di balik fenomena ini. Kalau kamu penasaran, mana sebenarnya “wajah asli” kita yang di cermin atau di kamera? Yuk, simak beberapa fakta berikut!
- Efek Cermin dan Mirror Image
Saat kita bercermin, yang kita lihat adalah versi terbalik secara horizontal dari wajah kita, atau disebut mirror image.
Karena kita terbiasa melihat versi ini setiap hari, otak menjadi lebih familiar dan nyaman dengan tampilan tersebut.
Fenomena ini disebut mere exposure effect yaitu kecenderungan otak untuk lebih menyukai hal-hal yang sering dilihat. Karena itu, tampilan di cermin terasa lebih "benar" atau lebih menarik bagi kita.
Sebaliknya, kamera (terutama kamera belakang) justru menunjukkan wajah kita seperti dilihat orang lain. Itulah mengapa hasil foto kadang terasa asing, bahkan "kurang cocok" menurut persepsi kita.
- Pencahayaan Sangat Berpengaruh
Pencahayaan di depan cermin biasanya lebih stabil dan bisa kita atur sendiri misalnya di meja rias. Kita bisa menyesuaikan sudut dan terang-gelapnya sesuai keinginan.
Tapi saat menggunakan kamera, pencahayaan tergantung pada kondisi sekitar.
Hal ini bisa menciptakan bayangan yang tidak merata di wajah, membuat wajah terlihat kusam, gelap, atau tidak sesuai dengan tampilan aslinya.
- Ekspresi dan Pose Juga Bikin Perbedaan
Di depan cermin, kita biasanya sadar sedang dilihat jadi otomatis bisa mengatur angle kita mulai senyuman, pose dan mencari sudut terbaik. Kita bisa memilih tampilan kita sendiri.
Tapi di kamera, apalagi saat candid ekspresi sering kali terlihat kaku, atau tidak siap. Ditambah lagi dengan sudut pengambilan gambar yang kurang ideal, hasilnya pun jadi kurang maksimal.
Jadi, Mana Wajah Asli Kita?
Jawabannya semuanya adalah versi kamu yang sah. Baik yang di cermin maupun di kamera, keduanya menampilkan wajah yang sama, hanya dengan sudut pandang dan konteks yang berbeda.
Editor : Imron Arlado