JPRM - Sering nggak sih kamu mengalami atau melihat kejadian di mana cewek yang memegang maps justru malah bikin cowoknya nyasar? Entah saat road trip, naik motor, atau sekadar cari rekomendasi tempat baru.
Fenomena ini sering jadi bahan candaan di media sosial bahkan dalam hubungan sehari-hari. Tapi, apakah ini cuma stereotype belaka, atau ada penjelasan ilmiah di baliknya?
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memang punya kecenderungan berbeda dalam menggunakan kemampuan spasial.
Laki-laki cenderung lebih kuat dalam mental rotation, kemampuan membayangkan objek dalam posisi berbeda yang sangat membantu dalam membaca peta atau memvisualisasikan arah.
Sebaliknya, perempuan umumnya lebih mengandalkan landmark atau penanda visual, seperti bangunan, atau warna jalan.
Tapi, jangan buru-buru menyimpulkan semua cewek pasti buruk dalam navigasi. Banyak ahli menyatakan bahwa perbedaan ini bukan bawaan dari lahir, melainkan dibentuk oleh pengalaman sejak kecil.
Contohnya saja laki-laki, karena lebih sering diajak berkendara atau bermain game berbasis navigasi. Hal ini secara tidak langsung melatih otak mereka untuk berpikir secara spasial.
Berbeda dengan perempuan yang lebih sering diarahkan pada kegiatan yang tidak terlalu menekankan orientasi ruang.
Tapi kemampuan baca peta bisa dilatih terlepas dari gender.
Banyak studi menunjukkan bahwa setelah pengalaman berkali-kali terkait navigasi, perempuan juga bisa loh menunjukkan performa yang sama baiknya dengan laki-laki dalam tugas navigasi.
Pada akhirnya, kemampuan membaca peta atau menentukan arah bukan semata-mata soal cewek atau cowok, tapi lebih kepada pengalaman, dan kebiasaan.
Editor : Imron Arlado