Jawa Pos Radar Mojokerto – Patriarki merupakan sistem sosial di mana laki-laki memiliki kedudukan atau kekuasaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Di Indonesia sendiri, budaya patriarki masih banyak dilakukan. Ternyata, budaya patriarki sudah ada sejak generasi nenek moyang dan telah diturunkan kepada generasi berikutnya hingga di era modern seperti sekarang.
Budaya patriarki ini membuat kedudukan laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan, sehingga membuat para perempuan tidak mendapatkan kesempatan dan hak-hak yang seharusnya mereka dapatkan. Selain itu, budaya patriarki membuat para perempuan rentan mendapatkan kekerasan verbal.
Baca Juga: Sering Merasa Canggung? Berikut Cara Mengatasi Rasa Canggung agar Terhindar dari Suasana Awkward
Patriarki berasal dari kata patriarkat, yang berarti struktur yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kendali atau peran utama. Maka dari itu, perempuan dianggap lebih rendah yang tidak bisa melampaui kedudukan seorang laki-laki.
Lalu, apa saja ciri-ciri pria yang menganut budaya patriarki dan cara menanganinya? Berikut adalah ciri-ciri pria penganut patriarki, yang bisa saja terdapat ciri-ciri pasanganmu dibawah ini!
Ciri-Ciri Pria Patriarki
1. Tidak Menyukai Wanita Karir
Pria yang menganut budaya patriarki, cenderung tidak suka dengan wanita karir atau wanita yang memiliki kedudukan karir yang lebih tinggi dibandingkan dirinya. Pria dengan penganut budaya patriarki akan terus nyinyir dan berkomentar dengan apa yang dilakukan perempuan.
Mereka akan melontarkan kalimat-kalimat negatif yang dapat membuat mental di perempuan jatuh. Mereka biasanya akan memberikan kalimat seperti “Kenapa kerja tinggi-tinggi kalau ujungnya bersih-bersih rumah”, ataupun “Wanita karir seperti kamu biasanya ga becus ngurus suami”.
2. Suka Memandang Rendah Wanita
Baca Juga: Cagar Budaya SDN Purwotengah Kota Mojokerto Berpotensi Bermasalah
Pria yang menganut budaya patriarki akan suka memandang rendah apapun yang dilakukan seorang wanita. Terlebih lagi ketika seorang perempuan melakukan kesalahan, mereka akan terus-menerus menyalahkan si perempuan.
Contohnya adalah ketika seorang wanita sedang mengerjakan suatu pekerjaan dan terdapat beberapa kesalahan, pria penganut budaya patriarki akan berkomentar negatif, seperti “Wajar banyak banget salahnya, kalau cowok yang ngerjain pasti beres semua”.
3. Tidak Mendengarkan Saran dari Wanita
Baca Juga: Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar Masuk Tiga Besar Lomba Desa Tingkat Provinsi Jatim
Pria penganut budaya patriarki, seringkali merasa dirinya tahu segalanya dan lebih pintar dibandingkan dengan wanita. Maka dari itu, para pria ini suka menolak atau tidak mendengarkan saran yang diberikan oleh wanita atau pasangannya.
Walaupun saran yang diberikan masuk akal atau logis, pria penganut budaya patriarki akan tetap keras kepala dan tidak mau menerima masukan dari wanita. Alih-alih mendengarkan saran atau masukan dari wanita, mereka lebih memilih untuk mendengarkan saran dari temannya.
4. Kerap Melakukan KDRT Bahkan Mewajarkannya
Baca Juga: Manhole di Jalan Gajah Mada Raib dan Pecah
Karena mereka menganggap diri mereka lebih tinggi dibandingkan para perempuan, membentak bahkan memukul pasangannya merupakan hal yang wajar. Mereka menganggap kekerasan tersebut bagian cara mendidik wanita agar lebih baik.
Selain itu, mereka juga menormalisasikan atau mewajarkan kekerasan tidak hanya kepada pasangannya, tetapi juga kepada sang anak perempuan. Mereka juga menganggap hal tersebut sebagai proses mendidik kepada anak perempuannya.
5. Pekerjaan Rumah Adalah Kewajiban Wanita
Baca Juga: Covid-19 Tidak Termasuk Kejadian Luar Biasa
Para pria penganut budaya patriarki biasanya menganggap bahwa urusan domestic adalah kewajiban wanita, seperti memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, dan mencuci pakaian.
Para pria patriarki beranggapan bahwa urusan rumah adalah urusan atau kewajiban dari seorang istri atau wanita. Mereka hanya berpikir untuk memberi nafkah atau mencari uang untuk istri atau pasangannya. RENO
Editor : Imron Arlado