Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Rayakan Kelulusan, Siswa SMKN 1 Jetis Poles Mobil dan Benahi Motor Warga Gratis

Indah Oceananda • Selasa, 17 Juni 2025 | 02:56 WIB
BERMANFAAT: Siswa SMKN 1 Negeri Jetis menggarap poles mobil salah satu pelanggan di bengkel sekolah, Selasa (3/6).
BERMANFAAT: Siswa SMKN 1 Negeri Jetis menggarap poles mobil salah satu pelanggan di bengkel sekolah, Selasa (3/6).

SMK Negeri 1 Jetis menebar kebermanfaatan terhadap masyarakat, sekaligus menunjukkan komitmen dalam upaya membangun dunia pendidikan di Mojokerto. Buktinya, perayaan kelulusan siswa tahun ajaran 2024/2025 digelar dengan bakti sosial.

Masing-masing jurusan melaksanakan kegiatan bakti masyarakat dengan memanfaatkan kompetensi peserta didik. Seperti, di program keahlian Teknik Bodi Otomotif, yang membuka jasa poles mobil pada 3-5 Juni lalu.

’’Jasa poles mobil seperti pembersihan jamur kaca, vacuum cleaner interior dan semir ban, kita beri harga promo bagi masyarakat,’’ kata Plh Kepala SMKN 1 Jetis Dwi Fendi Dadang A.

GRATIS: Siswa SMKN 1 Jetis merayakan kelulusannya dengan unjuk kompetensi, memperbaiki sepeda motor masyarakat setempat.
GRATIS: Siswa SMKN 1 Jetis merayakan kelulusannya dengan unjuk kompetensi, memperbaiki sepeda motor masyarakat setempat.

Begitu pula program keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, yang juga membuka jasa servis motor gratis yang ditangani oleh siswa langsung. Layanan tersebut dibuka bagi masyarakat sekitar SMKN 1 Jetis, Selasa (3/6) lalu. ’’Kuota per hari ada 20 orang. Kami berkoordinasi dengan desa sekitar agar masyarakatnya yang punya motor bermasalah, bisa diservis ke sekolah kami,’’ paparnya.

Sedang di program keahlian multimedia, siswa membuka pelatihan digital membuat game. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu, menyasar siswa SMP/MTs di sekitar SMKN 1 Jetis. ’’Harapannya bisa menularkan skill mereka ke anak-anak SMP,’’ beber Dadang. Selain itu, SMKN 1 Jetis juga menggalang kegiatan donor darah bagi guru maupun siswa yang bekerja sama dengan PMI.

Dia menambahkan, bakti sosial kepada masyarakat merupakan rangkaian kegiatan kelulusan sekaligus pelepasan siswa. Pihaknya berharap, dengan ditandai oleh kegiatan bakti sosial ini, para siswa dapat berkontribusi meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat setelah mereka lulus.

’’Dengan unjuk kompetensi yang didapat selama belajar di SMKN 1 Jetis, siswa diharapkan memiliki rasa simpati, empati dan dapat menyebar kebaikan kepada masyarakat,’’ pungkasnya. 

Sementara itu, sebagai sekolah dengan pusat keunggulan (PK) sejak 2021, SMK Negeri 1 Jetis memiliki beragam bidang program keahlian. Dengan program tersebut, SMKN 1 Jetis bisa melibatkan dunia industri secara langsung dalam pembelajaran, yakni melalui Teaching Factory (TeFa).

Di SMKN 1 Jetis, siswa jurusan teknik pemesinan mendapat guru tamu dari PT Bambang Djaja. Tak sekadar diajar teori, siswa juga berkesempatan terjun secara langsung memproduksi spare part transformator dan produk cutting plasma di bawah binaan Maxtron Persada Indonesia.

"Siswa langsung dibimbing oleh industri, dan hingga saat ini mereka juga masih memproduksi pesanan tersebut,’’ kata Plh Kepala SMKN 1 Jetis Dwi Fendi Dadang A.

Tentunya, gelar sekolah PK yang merujuk pada lembaga dengan delapan program keahlian ini terus diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia industri serta kerja. SMKN 1 Jetis telah menjalin MoU bersama mitra industri ternama untuk penyerapan tenaga kerja, antara lain Gen Indonesia, Mitsubishi Motor Kramayuda Sales Indonesia, Astra Peugeot, dan PT Bambang Djaja.

Baca Juga: SMAN 3 Mojokerto Antarkan Siswa Lolos Seleksi Perguruan Tinggi

’’Peran SMK PK di sini adalah menyerap lulusan secara langsung untuk menjawab kebutuhan industri sesuai dengan yang diajarkan saat di sekolah,’’ imbuhnya.

Dalam bentuk TeFa yang aktif, sekolah bisa memproduksi kebutuhan industri dengan tata kelola yang efektif. Pembelajaran berbasis proyek yang diakselerasi dengan hadirnya TeFa secara otomatis menumbuhkan mindset proyek dan membuka wawasan tentang bagaimana kondisi riil dalam industri pasca studi di SMK.

 

’’Pembelajaran sesuai program keahlian seluruhnya dibimbing oleh industri, sehingga siswa mendapatkan pembelajaran riil sesuai dengan dunia kerja,’’ pungkasnya. (oce/fen)

Editor : Imron Arlado
#dunia industri #teaching factory #smkn 1 jetis #dinas pendidikan #mitsubishi motor #Provinsi Jawa Timur