RADAR MOJOKERTO - Generasi masa kini atau akrab disebut gen z adalah generasi yang lahir dengan rentang waktu 1997 - 2012. Perkembangan digital tumbuh semakin pesat dalam tahun-tahun tersebut dan bahkan hingga saat ini.
Perkembangan teknologi yang berlangsung juga mampu menumbuhkan pola pemikiran yang berbeda pula dengan generasi sebelumnya, termasuk soal pencarian kerja.
Saat ini, gen z kebanyakan telah memasuki fase pencari kerja. Namun, beberapa sumber menyebut bahwa generasi z cenderung idealis dalam menemukan pekerjaan.
Dari segi lain, gen z bisa dikatakan cukup berani dalam memilih pekerjaan dengan berorientasi pada passion atau keinginannya.
Apa itu Idealisme?
Idealisme adalah salah satu aliran filsafat tentang ide dan pikiran sebagai sumber realitas, melebihi materi.
Banyak pemikiran menyatakan bahwa istilah idealisme merujuk pada kata ideal atau kesempurnaan. Namun, dalam sebuah buku karya Louis O. Kattsoff berjudul Pengantar Filsafat menyebutkan bahwa idealisme ternyata berfokus pada ide, bukan soal ideal.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Berikut Dampak Buruk Mengunyah Permen Karet Secara Berlebihan
Ajaran tentang idealisme juga membahas soal pengalaman dan pengetahuan yang ternyata bergantung pada akal yang mengetahuinya. Dalam artian bahwa seorang penganut idealisme menganggap akal menjadi simbol nyata tentang hadirnya pengalaman dan pengetahuan.
Aliran idealisme juga melibatkan persoalan kebebasan dalam menentukan tujuan hidup. Meski begitu, aliran ini berbeda dengan eksistensialisme, idealisme memiliki tujuan, keteraturan, rasional, dan bersifat universal.
Pilih-pilih pekerjaan oleh Gen Z bagian dari idealisme?
Nah, pernyataan soal gen z yang dinilai terlalu pemilih dalam menentukan pekerjaan bisa jadi masuk dalam kategori idealis, tergantung pada konteksnya.
Secara sadar dan bebas, generasi z dianggap berani untuk lebih selektif dan analitis dalam menentukan tujuan hidup dan memilih pekerjaan sesuai passion. Hal tersebut bisa disebut idealis karena gen z merenungkan pengalaman dan pengetahuan (sesuai passion) dalam mencari kerja.
Namun, pada dasarnya idealisme gen z dalam memilih pekerjaan adalah bagian dari rasionalitas dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
Beberapa aspek yang bisa jadi pertimbangan antara lain seperti kesesuaian nilai perusahaan dengan personalitas, keseimbangan soal kehidupan dan pekerjaan (work life balance) dan pertimbangan gaji dengan passion.
Baca Juga: Kenali 5 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Untuk Penderita Hipertensi
Setiap generasi z tentu menginginkan lingkungan kerja positif untuk menunjang pertumbuhan karir dan tak ada salahnya jika lebih selektif dalam memilih kerja.
Ternyata idealisme gen z dalam memilih pekerjaan tak ada salahnya loh! Namun bagi para gen z upayakan tetap memperhatikan soal peningkatan keterampilan, keahlian, dan fleksibilitas guna memasuki dunia kerja masa kini yang semakin kompetitif.
Editor : Imron Arlado