Jawa Pos Radar Mojokerto – Emosi merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam diri manusia. Merasakan emosi negatif ketika menghadapi situasi yang tidak diharapkan sangat normal dialami banyak orang.
Namun, tidak jarang dalam keseharian sulit mengontrol emosi baik emosi positif maupun emosi negatif karena hal tersebut bentuk dari ekspresi diri atau reaksi atas sesuatu yang telah terjadi.
Emosi yang dapat datang secara tiba-tiba, sudah sewajarnya setiap orang mengetahui cara mengendalikan emosi. Hadirnya emosi emang diluar prediksi manusia, karena ada berbagai hal yang memang tidak bisa dikendalikan.
Meski reaksi tersebut di luar kendali, cobalah untuk mengambil alih kemampuan diri untuk berpikir jernih dan mengendalikannya dengan berbagai cara.
Dikutip di laman UGM, Psikolog UGM, Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., MPsych., Psikolog., menyampaikan pentingnya bagi setiap orang untuk belajar mengelola atau meregulasi emosi agar bisa terekspresikan secara wajar dan sehat.
Ampuni juga memberikan teknik praktis untuk mengelola emosi agar tidak berdampak pada diri sendiri maupun orang lain, berikut penjelasannya.
1. Mengekspresikan emosi sewajarnya
Mengekspresikan emosi sewajarnya dengan pas dan tepat sangat perlu dilakukan agar tidak menimbulkan efek buruk bagi diri sendiri dan orang lain.
2. Menahan Emosi
Strategi dalam mengekspresikan emosi, salah satunya dengan menahan atau menekan emosi.
Namun, menahan emosi juga kurang dianjurkan karena akan berbahaya dan berdampak pada kesehatan mental. Jadi curahkan emosi sewajarnya tanpa meledak-ledak.
3. Merenung
Baca Juga: Asah Emosional agar Tak Terisolasi Sosial
Cara lain mengelola emosi adalah dengan merenung. Tidak semua emosi harus diekspresikan atau dilepaskan, bisa jadi untuk mengekspresikan emosi berdiam diri dan menyendiri menjadi juga menjadi cara strategis untuk mengendalikan emosi.
4. Lihat Situasi
Ketika ingin meluapkan emosi, lihat situasi di sekitar apakah mendukung untuk menyerukan emosi atau tidak. Misalnya, setiap melihat dialog politik di TV kita mudah tersulut amarahnya, sebaiknya hal tersebut dihindari.
5. Berpikir Positif
Berpikir positif juga menjadi salah satu cara untuk mengubah pemikiran terhadap suatu persoalan. Dengan berpikir positif, seseorang akan lebih mudah mengambil keputusan cara untuk melepaskan sebuah emosi.
6. Alihkan Perhatian
Mengendalikan emosi juga dapat dilakukan dengan mengalihkan perhatian. Misalnya dengan melihat tayangan komedi, jalan-jalan atau melakukan hobi, dan membaca buku.
Atau di saat merasa galau dan sendu bisa menata ulang kamar agar lebih bersemangat.
7. Mensugesti Diri
Baca Juga: Sering Berkendara dan Suka Bicara Sendiri: Kebiasaan Unik atau Anda sedang Mengalami Stres?
Mensugesti diri dapat mengalihkan emosi yang berlebihan dan memberi kesempatan tubuh dan pikiran untuk istirahat serta tidak memberi kesempatan bagi emosi negatif menguasai diri sendiri.
Psikolog UGM tersebut juga menekankan pentingnya mengelola emosi agar tidak berdampak buruk baik bagi diri maupun orang lain dan lingkungan sekitar.
“Kita harus menjadi tuan untuk emosi kita. Kita harus bisa menguasai emosi dan biarkan kita dikuasai oleh emosi,”pungkasnya.
Untuk itu, belajar melatih emosi sangat diperlukan guna menciptakan suasana yang aman dan nyaman serta menjauhkan diri dari hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri.
()
Editor : Imron Arlado