Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Apakah Strawberry Moon Termasuk Fenomena Gerhana? Ini Jawabannya, Ibu Hamil Harus Tahu!

Nailul Hikmah • Kamis, 12 Juni 2025 | 13:27 WIB
Apakah Strawberry Moon Termasuk Fenomena Gerhana? Ini Jawabannya, Ibu Hamil Harus Tahu!
Apakah Strawberry Moon Termasuk Fenomena Gerhana? Ini Jawabannya, Ibu Hamil Harus Tahu!

Jawa Pos Radar Mojokerto – Langit malam ini, akan dihiasi fenomena langka Strawberry Moon 2025. Strawberry Moon merupakan bulan purnama paling rendah sejak 2006 yang kerap disalahartikan sebagai gerhana bulan 2025.

Momen ini menjadi bulan purnama strawberry yang paling ekstrem karena berada di titik terendah langit.

Strawberry Moon 2025 merupakan bagian siklus astronomi langka bernama major lunar standstill, atau lunistice.

Tak heran, banyak yang penasaran dan mencari tahu Strawberry Moon yang terjadi malam ini.

Meski mengandung kata “stroberi”, Strawberry Moon artinya bukan bulan berwarna merah muda.

Nama ini berasal dari suku asli Amerika, Algonquin, yang menandai bulan purnama Juni sebagai waktu panen stroberi liar.

Jadi, bulan purnama strawberry adalah istilah tradisional, bukan fenomena warna atau bentuk Bulan.

Namun karena berada rendah di cakrawala, bulan purnama malam ini berpotensi memancarkan rona oranye hingga kemerahan akibat efek atmosfer.

Kenapa Bulan Purnama 2025 Ini Sangat Spesial?

1. Bulan ini mencapai titik Terendah Sejak 2006, hanya sekitar 21 derajat di atas horizon.

 

 

2. Karena rendah, Bulan akan tampak lebih besar dengan tampilan visual yang memukau.

3. Fenomena seperti ini terjadi setiap 18,6 tahun sekali dan akan terulang lagi pada tahun 2043.

 

 

Strawberry Moon menjadi perhatian publik karena merupakan fenomena langkah.

Meskipun sering disebut sebagai gerhana bulan Strawberry, fenomena ini bukan gerhana, melainkan bulan purnama spesial yang hanya terjadi setiap 18,6 tahun sekali.

Jadi, jika kebiasaan ibu hamil mengadakan kendurenan atau bancaan dilakukan saat gerhana, untuk keselamatan ibu dan anak yang dikandungnya dan menangkal pertanda buruk. 

Maka, di fenomena ini yang bukan termasuk dalam gerhana ibu hamil bisa tidak melakukan tradisi kenduren yang biasanya dilakukan saat gerhana bulan ataupun matahari.

Gerhana bulan memang sering dipandang sebagai sesuatu yang negatif oleh sebagian masyarakat. Fenomena ini dikaitkan dengan hal jahat yang berusaha menyerang manusia.

Menurut data dari Space.com dan timeanddate.com, Strawberry Moon Indonesia akan terlihat jelas mulai sekitar pukul 17.45 – 18.15 waktu lokal.

Momen terbaik menikmatinya adalah saat Bulan baru terbit, karena efek ilusi bulan paling terasa.

Tak perlu teleskop, cukup tatap langit tenggara bersama keluarga atau sahabat.

Waktu terbaik untuk melihat fenomena ini mulai pukul 18.00 hingga tengah malam, saat Bulan berada rendah dan besar.

Tempat ideal untuk melihat adalah Pantai, bukit, atau lapangan terbuka tanpa gangguan gedung di sebelah tenggara, tempat bulan terbit dari arah tersebut.

Untuk melihat fenomena Strawberry Moon tidak wajib. Namun, binokuler bisa menambah detail visual.

()

Editor : Imron Arlado
#waktu panen stroberi liar #suku asli amerika #Gerhana bulan 2025 #fenomena langka #Strawberry Moon #gerhana bulan #Strawberry Moon 2025 #lunistice #Algonquin #menangkal pertanda buruk #gerhana #fenomena langka Strawberry Moon #kendurenan atau bancaan saat gerhana #ibu hamil #gerhana bulan Strawberry #major lunar standstill #kebiasaan ibu hamil mengadakan kendurenan atau bancaan #Strawberry moon terjadi setiap 18 tahun sekali #fenomena gerhana #bulan berwarna merah muda