Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Opini: Membandingkan Ekonomi Kota dan Desa

Imron Arlado • Senin, 9 Juni 2025 | 18:29 WIB
Photo
Photo

Kemajuan ekonomi di desa menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan nasional, mengingat  penduduk Indonesia tinggal di wilayah pedesaan. Selama ini wilayah desa seringkali menghadapi berbagai kendala seperti, keterbatasan infrastruktur, rendahnya akses pasar, dan minimnya pengelolaan potensi sumber daya lokal. Hal ini menyebabkan kesejangan ekonomi yang signifikan antara desa dan kota, serta tingkat kemiskinan yang masih tinggi di banyak daerah perdesaan.

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah strategis dengan mengeluarkan Undang-Undang Desa No.6 Tahun 2014, yang memberikan otonomi lebih besar kepada desa untuk mengelola dana dan sumber daya secara mandiri. Sejak itu, dana desa yang dialokasikan dalam jumlah besar setiap tahunnya digunakan untuk membangun infrastruktur, memberdayakan masyarakat, dan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan dan mengurangi ketimpangan pembangunan.

Namun, untuk kemajuan ekonomi desa tidak hanya bergantung pada ketersediaan dana, tetapi  juga pada kemampuan masyarakat desa dalam mengelola potensi alam dan sumber daya manusia secara efektif. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, pengembangan keterampilam,dan sinergi antara pemerintah, swasta, serta lembaga desa menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan ekonomi desa.

Perekonomian dari Desa

Perekonomian dari desa yaitu sistem ekonomi di tingkat desa yang mencakup berbagai akitivitas ekonomi yang dijalankan oleh masyarakat desa, seperti pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan tangan, usaha mikro, dan pariwisata. Perekonomian desa memiliki peran penting dalam struktur ekonomi nasional,terutama di negara-negara agraris (pertanian)seperti Indonesia.

Contoh Perekonomian Desa di Ngijo, Malang

Di Desa Ngijo, Malang perekonomian desa dapat dipicu melalui berbagai cara, yaitu:

  1. Pertanian

Peningkatan produktivitas pertanian, diversifikasi komoditas pertanian, dan pengembangan teknologi pertanian modern.

  1. Pertenakan

Peningkatan kualitas hewan ternak, pengembangan sistem pertenakan yang berkelanjutan, dan diversifikasi produk peternakan.

  1. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

Pelatihan kewirausahaan,pendanaan umkm,dan pemasaran produk UMKM secara lebih luas.

 

  1. Pariwisata

Pengembangan destinasi wisata desa, promosi wisata desa, dan peningkatan kualitas layanan pariwisata.

  1. Infrastruktur

Pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya yang dapat meningkatkan aksebilitas dan perekonomian desa.

Dengan adanya upaya yang terarah dan berkelanjutan perekonomian di Desa Ngijo dapat berkembang menjadi lebih maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Membangdingkan Ekonomi Kota dan Desa

Cara membangdingkan ekonomi antara wilayah kota dan desa yaitu, kita  harus melihat dari sektor ekonomi, tingkat pendapatan, struktur pasar, ketersediaan pekerjaan, peluang investasi, kualitas hidup, dan pengaruh teknologi.

  1. Sektor ekonomi

Kota didominasi industri, perdagangan, dan jasa. Desa bergantung pada pertanian dan sumber daya alam.

  1. Tingkat pendapatan

Kota memiliki pendapatan lebih tinggi dan beragam karena banyaknya pilihan pekerjaan seperti karyawan dan wirausaha. Di desa, pendapatan lebih rendah dan homogen karena ketergantungan pada pertanian.

  1. Struktur pasar

Kota memiliki pasar yang besar dan beragam. Desa lebih kecil dan spesifik, seperti produk pertanian.

  1. Ketersediaan Pekerjaan

Kota menawarkan lebih banyak peluang kerja dari berbagai sektor. Desa memiliki pilihan terbatas, umumnya di sektor pertanian.

  1. Peluang Investasi

Kota punya peluang lebih besar di real estate, keuangan, dan industri. Desa terbatas pada pertanian dan peternakan.

  1. Kualitas Hidup

Kota memiliki akses yang lebih baik ke pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum. Desa terbatas dalam akses tersebut.

  1. Pengaruh Teknologi

Kota memiliki akses lebih luas ke teknologi dan informasi. Desa cenderung lebih lambat dalam adopsi teknologi.

Perbedaan Tentang Gaya Hidup dan Ekonomi di Kota dan Desa

Gaya hidup kota cenderung modern dan cepat, dengan dominasi ekonomi industri dan jasa. Sebaliknya, desa lebih tradisional dan sederhana, dengan ekonomi berbasis sumber daya alam.

Kemajuan ekonomi desa penting bagi pembangunan nasional karena mayoritas penduduk tinggal di desa. Tantangan utama adalah infrastruktur, akses pasar, dan pemanfaatan potensi lokal. Dengan adanya UU Desa 2014, desa mendapat otonomi lebih besar, termasuk dalam pengelolaan dana dan pendirian BUMDes.

Namun, keberhasilan tidak hanya bergantung pada dana, tapi juga pemberdayaan masyarakat, pelatihan, dan kerja sama dengan berbagai pihak. Desa Ngijo merupakan contoh keberhasilan pengembangan sektor pertanian, peternakan, UMKM, pariwisata, dan infrastruktur.

Jika dibandingkan kota, desa memiliki perbedaan mencolok dari segi ekonomi, pendapatan, pasar, pekerjaan, investasi, kualitas hidup, hingga teknologi. Kota lebih maju karena akses lebih luas dan sektor ekonomi yang berkembang, sedangkan desa masih dalam tahap pengembangan dan bertumpu pada sumber daya lokal.

pembangunan ekonomi desa yang terarah dan berkelanjutan penting untuk mengurangi kesenjangan dengan kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

 

Editor : Imron Arlado