Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kontroversi Booking Lahan Camp Bikin Geger Hingga Usir Pendaki Lain, Diduga Oknum dari Tiga Dewa Advanture Indonesia Ikut Terlibat

Imron Arlado • Jumat, 6 Juni 2025 | 05:16 WIB
Kontroversi Booking Lahan Camp Bikin Geger Hingga Usir Pendaki Lain, Diduga Oknum dari Tiga Dewa Advanture Ikut Terlibat
Kontroversi Booking Lahan Camp Bikin Geger Hingga Usir Pendaki Lain, Diduga Oknum dari Tiga Dewa Advanture Ikut Terlibat

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Media sosial kembali digegerkan dengan isu ‘booking lahan camping’ yang dilakukan oleh salah satu penyedia layanan open trip untuk pendakian di sejumlah gunung, seperti gunung Prau dan Slamet.

Praktik booking lahan camp di gunung ini mulai ramai diperbincangkan saat salah satu pendaki mengeluh ketika dirinya merasa diusir oleh oknum operator trip di lahan camp Gunung Rinjani.

Tak hanya itu, banyak pendaki lain juga mengalami kejadian yang sama, tak sedikit yang mengunggah video kejadian di media sosial, seperti Instagram hingga Tiktok untuk menandai operator wisata tersebut.

Diduga praktik mem-booking lahan area camp di sejumlah gunung tersebut merupakan porter dari Tiga Dewa Advanture, seperti yang terlihat dalam salah satu unggahan video viral di Pos  Plawangan 2 Gunung Rinjani.

Tak sedikit warganet terutama para pendaki yang mengkritik praktik booking lahan yang dianggap cukup menganggu kebersamaaan dan keadilan di alam.

Praktik Booking Lahan Camp

Praktik booking lahan camp sebenarnya telah lama terjadi oleh tour operator tertentu. Biasanya, porter akan naik terlebih dahulu ke area camp atau campground, lalu mendirikan tenda serta logistik untuk peserta open trip.

Namun, dalam sejumlah kasus, oknum open trip yang datang belakangan mengaku area camp telah di booking dan mengusir pendaki yang terlebih dahulu mendirikan tenda pada area tersebut.

 

 

Terlebih lagi jika peserta open trip yang terlalu banyak, tentu akan menguasai lahan camp. Peristiwa ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga menyangkut keselamatan para pendaki lain.

Teguran dari Kemenhut

Video yang tersebar luas dalam media sosial sontak memicu amarah warganet yang berimbas pada tour operator Tiga Dewa Advanture yang disebut sebagai penyelenggara trip dalam video tersebut.

Layanan open trip Tiga Dewa Advanture dituding melakukan booking lahan seperti yang terlihat dalam video tersebut.

Dalam polemik booking lahan camp yang tengah viral, Kemenhut akhirnya memberi teguran terhadap pihak penyelenggara open trip yang terlibat.

“Saat ini, kami telah memberi teguran terhadap pihak penyelenggara open trip, termasuk open trip Tiga Dewa Advanture Indonesia” ungkap Nandang Prihadi selaku Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE.

Ia juga menyayangkan perilaku tidak terpuji dari oknum open trip pendakian, biro perjalanan, dan base camp yang melakukan tindakan melanggar aturan dan etika.

 

 

Beliau juga memaparkan bahwa ia tidak akan menolerir praktik booking lahan atau memblokade area camp tanpa izin, apalagi sampai mengusir atau mengintimidasi pendaki lain.

Jika kejadian tersebut terulang kembali, ia meminta kepada para pendaki, pengunjung, pemandu, dan porter untuk melaporkan kepada pihak penjaga pos atau pengelola pendakian (taman nasional) disertai dengan bukti video maupun foto.

DINDA

Editor : Imron Arlado
#porter #booking lahan camp #gunung slamet #gunung lawu #oknum open trip mengusir pendaki lain #layanan open trip untuk pendakian #gunung prau #KEMENHUT RI #taman nasional #Praktik booking lahan camp #open trip Tiga Dewa Advanture Indonesia #Nandang Prihadi #area camping ground #pendakian #gunung rinjani