JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Media sosial kini tengah dibanjiri dengan beragam video AI atau Artificial Intelligence yang terlihat semakin nyata.
Tentu adanya konten-konten deepfake menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat akan kebenaran dari informasi yang disampaikan pada konten di media sosial.
Konten deepfake adalah konten visual yang merupakan hasil dari adanya sistem modifikasi dari AI.
Perkembangan teknologi tentu menjadi kemudahan bagi banyak orang jika mampu memanfaatkan dengan baik, namun bagi beberapa orang yang tak mampu memanfaatkannya akan membahayakan banyak orang maupun dirinya sendiri.
AI sendiri merupakan inovasi teknologi yang merupakan kecerdasan buatan yang dapat menghasilkan visual berupa gambar bahkan video yang begitu relate dengan aslinya.
Tak sedikit video AI dijadikan sebagai bahan kejahatan berupa penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Lalu bagaimana cara seseorang dapat mengenali akan konten asli dan juga konten deepfake?
Penting bagi kita untuk memiliki kacamata yang tajam untuk membedakan mana konten asli dan mana deepfake yang dibuat dengan AI.
Baca Juga: Film Buatan AI Durasi Hanya 7 Menit Saja! Simak Sinopsis dan Penghargaan Film M Hotel
1. Amati adanya kejanggalan pada wajah dan ekspresi
Cobalah amati apakah kedipan mata terlihat tidak alami (jarang, terlalu sering, atau tidak sinkron). Bisa juga dengan mengamati pupil mata yang terkadang terlihat aneh atau tidak memancarkan pantulan cahaya yang wajar.
Perhatikan juga gerakan bibir dan suara yang dikeluarkan dari video. Cobalah untuk cek, apakah gerakan bibir sinkron dengan suara yang keluar? Perhatikan juga jika ada ketidaksesuaian kecil antara gerakan mulut dan audio.
Amati bagian tekstur kulit dan juga detail wajah, meskipun sekarang video AI makin relate tentu video AI akan terlihat jika kamu amati bagian kulit, misalnya jika terlalu mulus, wajah yang terlalu sempurna.
2. Perhatikan pencahayaan dan bayangan
Amati pada bagian konsistensi pencahayaan pada video. Cermati apakah pencahayaan pada wajah dan tubuh konsisten dengan sumber cahaya di latar belakang? Karena video deepfake sering kali kesulitan dalam mereplikasikan efek bayangan dan pantulan cahaya secara akurat.
3. Gerakan dan postur tubuh yang kaku atau aneh
Biasanya konten yang dibuat oleh kecerdasan buatan cenderung fokus pada wajah, jadi cobalah untuk perhatikan pada gerakan kepala dan tubuh yang terkesan kaku atau tidak alami.
Baca Juga: Sedang Viral! Inilah AI yang sedang Tren di TikTok, Foto Bisa Jadi Video Kungfu
4. Cari sumber dan konteks asli
Penting sebelum kamu mempercayai dan share video untuk memastikan sumber asli video tersebut. Pastikan video yang kamu dapatkan itu akun resmi, jika kamu mendapatkan dari akun yang tidak dikenal atau mencurigakan segera tingkatkan kewaspadaan.
Kemajuan teknologi menjadikan kita harus lebih cermat dalam menerima dan mengolah informasi yang beredar di media sosial baik itu berupa berita bahkan video.
Baca Juga: Diduga Video Syur Bulan Sutena Editan AI, Inilah Aplikasi yang Sangat Berbahaya Jika Disalahgunakan
Editor : Imron Arlado