Istamar, 60, pemotor asal Dusun Sumbergayam, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, tewas tertabrak saat hendak menyeberang.
Dalam insiden sekitar pukul 14.00 itu, motor Honda Prima nopol L 6033 SE milik korban terseret sejauh kurang lebih 50 meter akibat tersangkut di kolong bus.
Sedangkan Istamar tewas usai terpental. "Bus sudah dekat, dia (korban) menyeberang," kata Deni Cahyono, 43, sopir bus.
Informasi yang dihimpun di lokasi, awalnya korban berkendara seorang diri dari arah Surabaya. Dia lalu berhenti setelah melewati simpang Kahuripan sekitar kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto.
Saat itu, korban hendak menyeberang ke barat atau arah Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan.
Ketika menyeberang, bus yang disopiri Deni melaju dari arah Surabaya. Seketika korban tertabrak.
Tubuhnya terlempar di tengah jalan, sedang Deni banting setir ke jalur lawan.
"Saya sudah di jalur, tidak ngeblong. Tapi dia menyeberang mendadak, jadi tidak nututi remnya," tutur sopir asal Desa/Kecamatan Dlanggu itu.
Bejo, 54, supeltas di lokasi mengatakan dirinya sudah mengingatkan korban saat bus jurusan Surabaya-Yogyakarta itu datang.
Namun korban telanjur menyeberang hingga akhirnya tersambar. "Saya cegat 'awas Pak ada bus', orangnya tertabrak terus mencelat," ucapnya.
Jasad korban dievakuasi ambulans PMI Kabupaten Mojokerto ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Diduga korban mengalami kecelakaan saat hendak ke sawah.
Di motornya, dia membawa botolan berisi solar. Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani Unitlaka Satlantas Polres Mojokerto Kota. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah