Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Swifties Menang! Taylor Swift Resmi Miliki Master 6 Album Lamanya Setelah Drama dengan Scooter Braun

Imron Arlado • Senin, 2 Juni 2025 | 00:04 WIB
Swifties Menang! Taylor Swift Resmi Miliki Master 6 Album Lamanya Setelah Drama dengan Scooter Braun. Sumber IG taylorswift
Swifties Menang! Taylor Swift Resmi Miliki Master 6 Album Lamanya Setelah Drama dengan Scooter Braun. Sumber IG taylorswift

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Taylor Swift akhirnya berhasil membeli kembali master rekaman enam album pertamanya. Kabar ini menjadi penutup sempurna dari kisah panjang penuh konflik antara Swift dan mantan labelnya, Big Machine Records, serta tokoh sentral kontroversial, Scooter Braun.

Pengumuman mengejutkan ini datang setelah Swift sempat ‘menghilang’ dari media sosial selama beberapa waktu.

Pada Sabtu (30/5), Swift merilis surat panjang di situs resminya yang mengabarkan bahwa ia telah membeli kembali seluruh master albumnya langsung dari Shamrock Capital, perusahaan yang sebelumnya membeli aset musiknya dari Scooter Braun.

“Mengatakan ini adalah mimpi terbesar saya yang menjadi kenyataan sebenarnya cukup tertutup tentang hal itu,” tulis Swift dalam surat tersebut.

 

 

Ia mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada Shamrock karena bersedia melepas hak atas musiknya tanpa syarat dan tanpa kemitraan apa pun.

"Yang saya inginkan selama ini hanyalah kesempatan untuk membeli musik saya secara langsung... dengan otonomi penuh."

Langkah ini menjadi penebusan emosional bagi Swift, yang selama ini merasa terasing dari karya yang telah ia dedikasikan hampir separuh hidupnya. Ia bahkan secara bercanda menyebutkan bahwa tato pertamanya mungkin akan berupa gambar “shamrock” besar di dahinya sebagai bentuk penghormatan kepada pihak yang telah mewujudkan mimpinya.

Pembelian master album ini disebut-sebut terjadi dengan harga sekitar US$300–360 juta. Meskipun sebelumnya sempat muncul rumor bahwa harga master Swift dipatok mencapai US$500 juta hingga US$1 miliar, sejumlah sumber yang dekat dengan transaksi tersebut membantah angka tersebut.

Mereka menyatakan bahwa nilai kesepakatan lebih mendekati harga awal ketika Scooter Braun membeli master tersebut dari Big Machine Records pada 2019, yakni sekitar US$300 juta.

 

 

 

Penjualan ini sekaligus menepis anggapan bahwa Braun ikut terlibat dalam pengembalian hak tersebut kepada Swift.

Dalam suratnya, Swift mengungkap bahwa keberhasilannya membeli kembali enam master album ini menjadi salah satu pencapaian besar yang dipicu oleh kesuksesan Eras Tour. Ia mengaku bahwa selama ini merasa karya-karya awalnya seakan-akan terlepas dari dirinya.

“Aku tidak bisa cukup berterima kasih karena kalian (penggemar) telah membantu menyatukanku kembali dengan karya seni yang telah kudedikasikan sepanjang hidup, tetapi belum pernah kumiliki sampai sekarang.”

Sejak pertama kali kehilangan hak atas musiknya pada 2019, Swift memutuskan untuk meninggalkan Big Machine dan bergabung dengan Republic Records di bawah Universal Music Group, dengan syarat ia akan sepenuhnya memiliki master dari karya-karya barunya.

Keputusan ini menjadi titik awal perjuangannya merekam ulang album-album lamanya, yang kemudian dikenal dengan label Taylor’s Version.

 

 

Hingga kini, Swift telah merilis ulang empat dari enam album: Fearless, Red, Speak Now, dan 1989. Masing-masing album sukses besar di tangga lagu global, bahkan 1989 (Taylor’s Version) memuncaki Billboard 200 dan melahirkan hits baru seperti Is It Over Now? yang sempat berada di posisi pertama Billboard Hot 100.

Kini, Swift memberi bocoran bahwa versi rekaman ulang album debut Taylor Swift (2006) telah selesai, sementara Reputation (2017) masih dalam proses.

Ia mengisyaratkan kedua album tersebut akan dirilis di waktu yang tepat sebagai bentuk perayaan atas pencapaian barunya.

 

 

 

Lebih dari sekadar kisah kepemilikan musik, perjuangan Swift membuka mata banyak musisi tentang pentingnya kendali atas karya mereka.

“Aku sangat tersentuh oleh diskusi yang kembali muncul di industri di kalangan artis dan penggemar,” tulisnya.

 

 

“Setiap kali ada artis baru yang mengatakan bahwa mereka berhasil menegosiasikan kepemilikan master mereka karena perjuangan ini, aku sadar betapa pentingnya semua ini terjadi.”

Kini, dengan hak penuh atas keenam album yang membesarkan namanya, Taylor Swift tidak hanya kembali menjadi pemilik atas karya-karyanya, tetapi juga simbol kemenangan bagi para musisi yang memperjuangkan kedaulatan artistik mereka. NESTYA

Editor : Imron Arlado
#Shamrock Capital #album debut Taylor Swift #eras tour #Taylor Swift Resmi Miliki Master 6 Album Lamanya #Taylor Swift #Fearless #taylors version #Universal Music Group #Scooter Braun #Swift merilis surat panjang #speak now