Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Badan Geologi Klarifikasi Video Viral Erupsi Gunung Kelud, Tegaskan Tidak Ada Aktifitas Letusan

Imron Arlado • Sabtu, 31 Mei 2025 | 05:01 WIB
Badan Geologi Klarifikasi Video Viral Erupsi Gunung Kelud, Tegaskan Tidak Ada Aktifitas Letusan.
Badan Geologi Klarifikasi Video Viral Erupsi Gunung Kelud, Tegaskan Tidak Ada Aktifitas Letusan.

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Sebuah video yang memperlihatkan kilatan cahaya di langit malam Gunung Kelud viral di media sosial pada Kamis (29/5/2025). Dalam narasi video disebutkan bahwa gunung tersebut mengalami erupsi disertai petir selama satu jam, yakni dari pukul 18.30 hingga 19.30 WIB, dan diklaim terlihat dari wilayah Kabupaten Blitar.

Namun, pihak Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Setelah dilakukan verifikasi lapangan melalui Pos Pengamatan Gunung Api Kelud, tidak ditemukan adanya aktivitas vulkanik yang mengarah pada letusan.

“Dapat dipastikan bahwa narasi dalam video yang menyebut terjadi erupsi di Gunung Kelud adalah tidak benar alias hoaks,” ujar Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/5/2025).

Menurut Wafid, alat seismograf yang berada di pos pengamatan tidak mencatat adanya aktivitas erupsi maupun fenomena petir vulkanik seperti yang dikabarkan. Ia memastikan, hingga saat ini Gunung Kelud masih berada pada status Level I atau “Normal”.

 

 

Dalam sepekan terakhir, aktivitas kegempaan di Gunung Kelud juga tergolong rendah. Berdasarkan catatan PVMBG, hanya terekam satu gempa vulkanik dalam, dua gempa tektonik lokal, dan 16 gempa tektonik jauh.

“Secara visual, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Tidak terpantau adanya asap kawah. Cuaca di sekitar gunung bervariasi, dari cerah hingga hujan, dengan arah angin dominan menuju tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut,” lanjut Wafid.

Sebelumnya, fenomena kilatan cahaya dalam video viral itu sempat memicu kekhawatiran warga. Narasi video menyebutkan bahwa erupsi berlangsung masif, padahal kenyataannya, tidak ada peningkatan aktivitas di dalam tubuh gunung.

Wafid menegaskan bahwa kilatan cahaya yang terlihat kemungkinan besar merupakan petir biasa yang sering muncul saat kondisi atmosfer lembap dan terjadi hujan di kawasan pegunungan. Fenomena ini bukanlah hal baru dan tidak terkait dengan aktivitas vulkanik.

 

 

 

Menanggapi penyebaran informasi palsu tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyerap dan menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Warga juga diminta untuk tidak langsung mempercayai unggahan media sosial yang belum jelas sumbernya.

 

 

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu berpikir kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas asal-usulnya, termasuk terkait isu erupsi Gunung Kelud.

Para pemangku kepentingan juga diminta untuk terus menjalin komunikasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, maupun dengan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) di Bandung. NESTYA

 

Editor : Imron Arlado
#gunung api #Pos Pengamatan Gunung Api #aktivitas vulkanik #gunung kelud #video viral #informasi palsu #fenomena petir #Kabupaten Blitar #erupsi disertai petir #viral di media sosial #Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi #badan geologi kementerian energi dan sumber daya mineral #aktivitas kegempaan