Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenal Arti dan Tips Job Hopping yang Sukses Bagi Gen Z, Jangan Hanya Ingin Pindah Kerja Saja!

Imron Arlado • Jumat, 30 Mei 2025 | 02:56 WIB
Photo
Photo

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pada tahun 2023 sempat trending istilah job hopping. Kebanyakan generasi z yang mengalami peristiwa seperti ini. Istilah job hopping merujuk pada situasi yang menggambarkan seseorang yang sering bergonta ganti pekerjaan karena beberapa alasan tertentu.

Istilah ini juga kerap disebut dengan “kutu loncat”, seperti seekor kutu yang sering berpindah-pindah tempat tinggal (kepala manusia). Biasanya Gen Z akan berpindah tempat kerja dalam jangka waktu yang singkat.

Salah satu alasan utama seseorang pindah kerja adalah ingin mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari perusahaan sebelumnya. Mereka merasa tingkat kenaikan gaji pada perusahaan sebelumnya relatif lama.

 

Baca Juga: MA Permata Mojokerto Terus Melaju, Antarkan Siswa Diterima PTN Ternama

 

Tak hanya itu, mereka pindah pekerjaan karena menginginkan lingkungan kerja yang lebih baik di perusahaan berikutnya. Pertemanan yang saling mendukung bisa menjadi faktor utama kita menginginkan pindah pekerjaan.

Namun, dibalik keuntungan yang didapat dari job hopping diatas, terdapat kesulitan yang harus kita terima. Pertama, ketika kamu sering melakukan job hopping. Kamu akan sulit mendapatkan pekerjaan.

Perusahaan yang hendak kamu lamar itu akan melihat riwayat kerja kamu dan menganggap pelamar tidak bertanggung jawab dalam pekerjaannya. Selain itu, job hopping juga menjadi pemicu penghambat perjalanan karir seseorang.

 

 Baca Juga: Kantor Imigrasi Surabaya Awasi WNA dan PMI di Ngoro Mojokerto

 

Tips Sukses Jalankan Job Hopping

  1. Menentukan Tujuan Karir

Sebelum mengambil keputusan job hopping kamu harus merancang arah karirmu terlebih dahulu. Karena jika melakukan job hopping tanpa arah hanya menambah daftar nama perusahaan dalam CV tanpa menambah nilai.

 

  1. Bentuk Hubungan yang Baik dengan Perusahaan Sebelumnya

Ketika sudah mengundurkan diri dari suatu perusahaan, kamu masih perlu menjaga hubungan dengan baik dengan pihak sebelumnya. Relasi yang baik akan memberikan keuntungan kepadamu. Bisa jadi kamu akan diberikan rekomendasi tempat bekerja yang baik dari pihak perusahaan lama.

 

  1. Meriset Perusahaan saat Diterima

Seperti yang sudah disebutkan diatas alasan seseorang pindah kerja adalah menginginkan gaji yang lebih tinggi atau lingkungan kerja yang lebih baik. Namun saat lamaran kamu diterima di perusahaan tersebut, kamu harus meriset terlebih dulu. Cari kejelasan tentang perusahaan tersebut apakah memang benar kamu bisa mendapatkan keuntungan tersebut atau tidak.

 

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Diam-diam Asesmen Pejabat di BKD Jatim

 

  1. Bangun Personal Branding

Jika memang kamu ingin melakukan kebiasaan pindah-pindah pekerjaan. Kamu harus mampu membangun personal branding dan memiliki portofolio yang nyata. Hal ini bertujuan agar perusahaan tidak meragukanmu.

 

  1. Jangan Terlalu Sering Melakukan Job Hopping

Jika memang dirasa sudah terlalu sering melakukan job hopping, kamu perlu menahan diri untuk tidak melakukan kebiasaan tersebut. Waktu paling cepat seseorang bertahan di sebuah perusahaan adalah 1 hingga 2 tahun. Jika kamu memilih mengundurkan diri dengan waktu yang lebih cepat, kamu perlu menjelaskan dengan rinci saat wawancara di perusahaan selanjutnya.

LAILA

Editor : Imron Arlado
#resign #pekerjaan #job hopping #pindah kerja #karyawan