JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah kehidupan yang serba akan digital dan instan tidak menutup kemungkinan kita merasa tergiur dengan banyaknya diskon digital. Diskon digital seolah menggoda supaya kamu tertarik untuk membelinya. Tahun 2025 menghadirkan tantangan baru yaitu “No Buy Challenge 2025”.
Dalam hal ini kamu akan ditantang untuk lebih melihat, memikirkan, dan mendengarkan kebutuhan yang diperlukan dibandingkan harus membeli sesuatu yang diinginkan. Banyak orang terdorong melakukan tantangan ini.
Pasalnya mereka terkadang menyesal telah mendahulukan untuk membeli keinginan tersebut dibandingkan kebutuhannya. Jadi No Buy Challenge 2025 bukan karena banyak selebgram yang ikut, namun inilah salah satu bentuk kesadaran seseorang.
Baca Juga: Keberadaan Saksi Kunci Kasus Korupsi Proyek Resto Kapal TBM Kota Mojokerto Tak Terdeteksi
Dari tantangan ini, mereka menyadari bahwa tidak semua yang sedang viral di media sosial harus dimiliki. Mereka harus mengutamakan kebutuhan pokok yang diperlukan. Misalnya bahan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan darurat seperti peralatan P3K.
Seseorang yang menjalankan gaya hidup “No Buy Challenge” akan menunda membeli pakaian jika memang kondisi lemari sudah penuh, membeli makanan yang tahan lama, dan tidak ingin membeli furniture rumah apabila masih memiliki kualitas yang bagus.
Baca Juga: PAD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Rp 1,4 M Berpotensi Menguap
Manfaat No Buy Challenge 2025
Tujuan dari No Buy Challenge 2025 adalah mengurangi pengeluaran bulanan dan membiasakan diri ke dalam gaya hidup minimalis. Dengan melakukan tantangan ini, kamu akan mempunyai kesadaran untuk mengutamakan kebutuhan bukan keinginan.
Selain itu manfaat yang diambil dari “No Buy Challenge” bukan hanya berpengaruh pada pengeluaran yang hemat. Namun hal ini juga berdampak kepada kondisi lingkungan sekitar. Limbah-limbah yang ada akan berkurang, jejak korban menjadi lunak, dan bahkan bumi akan memiliki umur yang panjang.
Untuk manfaat lainnya, bisa kamu simak di bawah ini:
- Mengembangkan rencana hidup jangka panjang
- Bijak dalam menentukan prioritas tertentu
- Kreatif dalam memanfaatkan barang
- Menjadikan diri kita lebih bersyukur
- Memberi teladan gaya hidup sehat kepada anak
Lalu bagaimana cara memulai No Buy Challenge 2025?
Baca Juga: Mayoritas Masyarakat Puas Kinerja Bupati Albarraa dan Wabup Rizal
- Buatlah List Kebutuhan Belanja
Sebagai orang yang bijak kamu harus membuat kebutuhan belanja selama bulanan. Periksa kembali list kebutuhan tersebut. Beri tanda “iya” untuk bahan yang termasuk kebutuhan pokok dan beri tanda “tidak” untuk barang yang tidak termasuk kebutuhan.
- Kurangi Mengunjungi Aplikasi Belanja
Pastinya kamu termasuk orang yang memiliki kebiasaan sering melihat aplikasi belanja bukan? Mulai sekarang kamu harus bisa mengurangi kebiasaan tersebut. Meskipun awalnya kamu hanya niat untuk melihat-lihat saja tapi pasti akan tergiur untuk membelinya.
- Hindari Godaan Belanja
Saat ini susah sekali mengendalikan penggunaan ponsel pintar. Banyak influencer dan selebgram yang membagikan sekaligus menawarkan produk-produk seperti makanan, kecantikan, ataupun pakaian. Kamu harus bisa mengabaikan godaan berbelanja tersebut. Nikmatilah iklan produk tersebut dengan cara menonton saja tanpa harus tergoda untuk membelinya.
Jika sulit dilakukan, kamu bisa lanjut menonton video konten lainnya supaya tidak memantau secara terus menerus iklan produk tersebut.
Baca Juga: 2025, Pemkab Mojokerto Kucurkan BK Desa Rp 32,12 Miliar
- Carilah Hobi Baru
Untuk menghindari kebiasaan berbelanja, kamu bisa ganti kegiatan tersebut dengan aktivitas lain. Misalnya membaca buku, melukis, menulis jurnal harian, dan memasak di rumah. Tanpa kamu sadari dengan melakukan kegiatan tersebut kamu akan mengalihkan perhatian terhadap keinginan berbelanja.
LAILA
Editor : Imron Arlado