KOTA - Suasana duka mewarnai kediaman Syifa Adelia Az Zahra, 13, di Perumahan Griya Permata Meri blok A3 nomor 42, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Selasa (27/5).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan sejumlah pejabat teras tampak hadir berbela sungkawa dan mendoakan arwah Syafira yang meninggal dalam insiden tertabrak kereta api (KA) di atas underpass Benteng Pancasila (Benpas), Lingkungan Tropodo.
Ning Ita menyatakan pemkot bakal menutup akses di atas underpass dengan memasang pagar besi berduri.
"Dengan kejadian ini kami langsung menugaskan jajaran untuk melakukan cek lokasi dan besok akan segera dilakukan pemagaran kawat beduri," tuturnya di rumah duka, Selasa sore.
Pemagaran tersebut akan dilalukan di kedua arah, baik sisi utara maupun selatan.
Hal itu dilakukan lantaran bukan kali ini saja terdapat korban tewas saat menyeberangi rel ganda tersebut.
"Semoga tidak terulang kembali seperti ini di masa yang akan datang," ucapnya.
Syifa Adelia, siswi kelas 6 SDN Balongsari 3 tewas KA Sancaka jurusan Jogja-Surabaya sekitar pukul 10.30.
Insiden nahas ini dialami korban saat hendak menyeberang dari arah utara atau Jalan Benpas ke Lingkungan Tropodo. Saat itu Syifa sedang perjalanan pulang sekolah.
Korban meninggal seketika dengan posisi tergeletak di antara dua jalur rel. Belia itu masih mengenakan pakaian seragam sekolah lengkap dan tas.
Jasad korban dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"(Apakah korban tidak mendengar ada kereta api?) itu yang tidak paham, yang jelas kalau dia dengar mungkin berhenti," ucap Kanitpidum Satreskrim Polres Mojokerto Kota Ipda Sugiarto di lokasi.
Dalam kejadian tersebut, ibu korban sempat mengalami pingsan setelah mendapati putrinya tewas secara nahas.
Adapun ayah korban yang kebetulan lewat terowongan penasaran karena ramai-ramai dan justru mendapati putrinya yang menjadi korban.
"Orang tuanya kebetulan lewat pakai sepeda motor, ada kejadian dia ikut melihat, ternyata anaknya," tandasnya.
Pada 31 Maret 2024 lalu, Agus Eko Saptanto, 41, tewas tersambar KA comuter line Dhoho jurusan Surabaya-Blitar di perlintasan underpass rel Benpas.
Pengamen asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, tersebut tewas seketika dengan luka parah di sebagian tubuhnya.
Malam itu, korban diduga tak mengatahui adanya kereta yang melintas dari arah timur saat menyeberangi rel dari arah utara atau Jalan Benpas. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah