Jawa Pos Radar Mojokerto - Ketika sedang berbincang dengan orang lain, kita pasti akan melihat mata sang berbicara. Tetapi, dalam hal ini terdapat beberapa orang yang tidak melakukan kontak mata ketika sedang berbicara.
Mungkin kalian berpikir jika kalian melakukan kesalahan atau mereka tidak tertarik dengan topik perbincangan tersebut. Menghindari kontak mata bukanlah tentang rasa malu dan canggung, tetapi dapat terkait dengan kepribadian tergantung orangnya. Terdapat beberapa alasan psikologis yang mendasari hal tersebut dan bisa saja alasan tersebut belum kamu dengar sebelumnya.
Baca Juga: Kepuasan Kinerja 100 Hari Bupati Mojokerto Gus Barra-Wabup Mas Rizal Capai 81,1 Persen
Dalam dunia psikologis, menghindari kontak mata memiliki banyak makna atau arti. Orang yang menghindari kontak mata memiliki berbagai kepribadian, mulai dari introvert dan tanda-tanda kecemasan. Uniknya, mereka yang seperti itu tidak sadar bahwa mereka menunjukkan berbagai bahasa tubuh yang gelisah.
Terdapat beberapa kepribadian umum bagi orang-orang yang suka menghindari kontak mata saat sedang berbicara, diantaranya sebagai berikut:
1.Memiliki Kepribadian Introvert
Baca Juga: Baznas Kota Mojokerto Asal-asalan Tarik Uang Masyarakat
Mereka yang memiliki kepribadian introvert lebih nyaman jauh dari orang-orang dan cenderung menyendiri. Ketika sedang dalam kondisi ramai dan harus berinteraksi dengan orang banyak, mereka akan mudah lelah. Selain itu, mereka membutuhkan energi yang banyak karena energi mereka mudah terserap oleh lawan bicara.
Bagi mereka yang memiliki kepribadian introvert, menatap mata seseorang ketika sedang berbicara dalam jangka waktu yang lama dapat membuat mereka tidak nyaman. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk mengalihkan pandangan mereka ke arah lain agar energi mereka tidak cepat habis dan dapat mengatur emosi mereka.
2. Otak Sedang Memproses Informasi
Melakukan kontak mata dalam perbincangan dapat menambah beban kognitif. Dalam sebuah jurnal menyebutkan bahwa melakukan kontak mata dapat mengganggu pemrosesan kata dan ide. Mereka mengalihkan pandangan untuk berpikir keras tentang pembicaraan yang diutarakan oleh lawan bicaranya.
Fokus mereka teralih pada proses internal, bukan lawan bicaranya untuk menemukan jawaban yang tepat. Oleh karena itu, banyak orang mendapatkan ide cemerlang ketika sedang tidak melakukan kontak mata. Jadi, mereka yang tidak melakukan kontak mata tidak tertarik dengan pembicaraan tersebut, melainkan sedang menyerap kata-kata dan memikirkan jawaban dari pembicaraan tersebut.
3. Memiliki Gangguan Kecemasan Sosial
Baca Juga: Bupati Mojokerto Gus Barra Kucurkan Bantuan Hibah Beasiswa Rp 390 Juta
Mereka yang mengalami gangguan kecemasan sosial akan merasa bahwa menatap mata lawan bicara dapat membuatnya terintimidasi. Melakukan kontak mata secara langsung dapat membuat dirinya disorot lampu panggung, di mana mereka akan gugup dan semakin tidak nyaman.
Mereka mengalihkan pandangan mereka karena takut dinilai atau dipermalukan. Dengan menghindari kontak mata, mereka berusaha untuk mengontrol emosi dan tekanan untuk tetap berbicara dengan stabil dan lancar.
4. Menghemat Energi
Mereka yang memiliki kepribadian introvert akan menganggap bahwa melakukan kontak mata sebagai hal yang sensitif. Bagi mereka, menghindari kontak mata bukanlah bentuk ketidakpedulian tetapi cara mereka mengatur emosi dan menghemat energi mereka agar tidak cepat habis.
5. Menghormati Lawan Bicara
Dalam beberapa budaya, terlebih di Indonesia mengalihkan pandangan merupakan hal yang positif atau perilaku yang sopan. Berbeda dengan negara-negara Barat, melakukan kontak mata adalah hal yang wajar disana.
Menundukkan sedikit wajah ke bawah merupakan bentuk penghormatan ketika sedang berbicara, terlebih lagi lawan bicaranya lebih tua dari kita. Maka, jika seseorang mengalihkan pandangannya bukan berarti mereka marah tetapi menghormati budaya yang ada.
6. Penderita Autisme
Bagi beberapa orang yang mengalami autisme, menghindari kontak mata membantu mereka untuk mengurangi beban pada sensorik. Menatap mata lawan bicara dapat membuat mereka stres secara emosional dan fisik. Maka dari itu, mereka menghindari kontak mata untuk membuat diri mereka tetap tenang.
RENO
Editor : Imron Arlado