JPRM – Hubungan Tanpa Status atau HTS kini semakin umum terjadi. Sering kali hubungan seperti ini menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak, karena tidak memberikan kepastian atau komitmen dalam hubungan.
Di awal, hubungan tanpa status ini memang terasa menyenangkan. Kondisi pada hubungan ini bisa saja terasa sangat dekat dan intim di hari ini, tetapi bisa juga sangat bebas di hari lain karena tidak adanya ikatan atau komitmen yang jelas.
Bukannya merasa tenang, seseorang yang berada di situasi ini justru bisa terjebak dalam kebingungan. Biasanya, HTS terjadi saat seseorang ingin menunjukkan rasa cintanya, tetapi masih ragu atau belum siap untuk berkomitmen di dalam sebuah hubungan.
Inilah yang membuat HTS terlihat menarik bagi sebagian orang, karena menawarkan kedekatan tanpa tuntutan yang berat juga adanya kebebasan untuk berinteraksi dengan lawan jenis tanpa ada yang membatasi.
Namun, kebebasan dalam hubungan seperti ini kadang justru membuat seseorang terus-menerus mempertanyakan arah hubungannya. Lantas, apakah kamu saat ini sedang terjebak dalam hubungan tanpa status?
Berikut tanda-tanda jika kamu sedang terjebak dalam HTS dengan pasanganmu.
- Suka Hilang Tanpa Kabar
Salah satu tanda umum dari seseorang yang tertarik menjalani hubungan tanpa status adalah seringnya mereka menghilang tanpa memberi kabar.
Situasi seperti ini kerap menimbulkan rasa tidak nyaman bagi salah satu pihak, yang akhirnya merasa cemas dan dirugikan secara emosional.
Di sisi lain, orang yang menghilang mungkin merasa tidak melakukan kesalahan, karena menganggap dirinya tidak punya tanggung jawab untuk terus memberi kabar pada hubungan yang tidak diikat oleh status itu.
- Mendekat Ketika Ada Maunya
Dalam hubungan tanpa status, sering kali salah satu pihak hanya muncul ketika sedang membutuhkan sesuatu.
Sebagai pihak yang merasa dirugikan, tentunya tak bisa berbuat banyak karena memang tidak ada komitmen yang mengikat dalam hubungan ini.
Namun, yang lebih menyedihkan adalah ketika kita sedang membutuhkan dukungan atau kehadirannya, dia justru menjauh dan tidak berada di sisi kita.
Hal ini biasanya terjadi karena tidak ada rasa tanggung jawab dari pihak tersebut untuk hadir atau memberikan bantuan di saat-saat penting.
- Berjuang Sendirian
Dalam hubungan yang sehat, kedua belah pihak seharusnya saling berusaha menjaga dan membangun hubungan bersama. Namun, hal ini jarang terjadi pada mereka yang memang sejak awal tidak menginginkan adanya status yang jelas dalam hubungan.
Untuk itu, jika selama ini hanya kamu sendiri yang berjuang untuk mendapatkan kejelasan dalam hubungan, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali apakah hubungan ini layak untuk dipertahankan.
- Disembunyikan dari Keluarga atau Temannya
Orang yang menjalani hubungan tanpa status biasanya cenderung menjaga jarak antara kamu dan lingkaran terdekatnya, seperti keluarga atau teman-teman.
Hal ini dilakukan karena semakin banyak orang yang tahu, semakin sulit pula bagi mereka untuk menutupi fakta bahwa hubungan kalian tidak memiliki kejelasan status.
Bagi banyak orang, memperkenalkan pasangan ke orang tua merupakan bentuk keseriusan dalam menjalin hubungan. Namun, seseorang yang memilih berada dalam hubungan tanpa status biasanya enggan mengambil langkah sebesar itu.
- Menghindari Obrolan Tentang Masa Depan
Membahas rencana masa depan bersama pasangan adalah bagian penting dari hubungan yang serius. Hal ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak memiliki keinginan untuk melangkah ke arah yang sama dan membangun masa depan bersama.
Namun, jika pasangan kamu terus menghindari obrolan seputar masa depan, bisa jadi itu pertanda bahwa dia belum siap untuk berkomitmen atau justru merasa nyaman berada dalam hubungan tanpa status.
- Menolak Bertukar Sosial Media
Di era sekarang, media sosial sering dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengenal lebih dalam kepribadian seseorang. Karena itu, wajar saja jika kamu ingin saling terhubung di media sosial dengan calon pasangan.
Namun, jika dia menolak atau enggan menjalin koneksi di platform tersebut, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa dia sedang menutupi sesuatu atau belum siap untuk membuka diri sepenuhnya kepada kamu.
- Sebatas Berhubungan Fisik
Tak bisa dipungkiri, ada sebagian orang yang menjalin hubungan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan fisik, tanpa melibatkan aspek emosional.
Padahal, dalam hubungan yang sehat dan serius, keterikatan secara emosional dan sosial justru menjadi fondasi utama atau bahkan lebih penting dibandingkan kedekatan fisik semata.
Karena itu, penting untuk mengevaluasi kembali niat dan tujuan hubungan yang sedang dijalani. Jika sejak awal hubungan hanya didasarkan pada berhubungan fisik, mungkin sudah saatnya berpikir ulang sebelum melangkah ke arah yang lebih serius.
- Sering Ingkar Janji
Sesekali datang terlambat saat ada janji kencan masih bisa dimaklumi, apalagi jika disertai alasan yang masuk akal. Tapi, jika calon pasangan kamu terus-menerus datang telat setiap kali bertemu, hal itu bisa menjadi salah satu tanda hubungan tanpa status.
Tepat waktu adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap waktu dan usaha yang sudah kamu luangkan.
Jadi, bila pasanganmu sering mengingkari janji atau tidak menunjukkan komitmen terhadap waktu bersama, ada baiknya kamu mempertimbangkan ulang apakah hubungan tersebut layak dilanjutkan ke tahap yang lebih serius.
Oleh karena itu, langkah awal yang perlu kamu ambil untuk mengakhiri hubungan tanpa status adalah berbicara secara terbuka tentang apa yang sebenarnya kamu harapkan dari hubungan itu.
Pilih waktu yang tepat untuk menyampaikan hal ini, dan pastikan juga memberi ruang bagi pasangan untuk mengungkapkan pandangannya.
Dari pembicaraan yang jujur ini, kamu perlu siap menghadapi dua kemungkinan: hubungan menjadi lebih jelas arah dan statusnya, atau justru berakhir sepenuhnya.
Meskipun kemungkinan putus terasa menyakitkan, setidaknya kamu bisa lebih siap secara mental. Sebab, dalam hubungan tanpa status, tidak ada jaminan atau kepastian dan risiko ditinggalkan tanpa penjelasan bisa terjadi kapan saja, yang tentu berdampak negatif pada kondisi emosional kamu.
Editor : Imron Arlado