JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Ketika mendapatkan sebuah perhatian kecil dari orang yang kita suka, pastinya kita akan merasa bahagia. Sebuah pesan singkat dan pujian kecil akan menumbuhkan harapan bahwa kita berhasil membuat orang yang disukai terpikat. Namun, pesan singkat dan pujian itu terasa tidak cukup bagi kita.
Jika komunikasi yang baik terus dilanjutkan namun tidak diberi kepastian, pasti akan terasa kurang. Karena kita akan dihadapkan dengan kebingungan tersendiri tentang apa yang sebenarnya terjadi. Situasi seperti ini yang disebut dengan breadcrumbing.
Pelaku breadcrumbing tidak akan memberikan perhatian secara terus menerus, mereka akan memberikan dengan jarak waktu yang tidak menentu. Hal itu bertujuan untuk membuat korban akan tetap tertarik kepadanya.
Perhatian yang tidak konsisten ini sama seperti bentuk remahan roti, oleh karena itu situasi ini disebut dengan “breadcrumbing”. Dalam hal ini pelaku tidak akan menghilang tanpa adanya kejelasan atau yang sering disebut dengan ghosting. Korban breadcrumbing masih mendapat perhatian kecil, namun tidak akan diberi kepastian yang pasti.
Ciri-Ciri Breadcrumbing
- Enggan Menjelaskan Tentang Hubungan
Ketika sudah ditanya dan ingin membahas tentang hubungan, pelaku breadcrumbing akan enggan untuk menjelaskan. Mereka memilih untuk mengalihkan topik pembicaraan dan tidak ingin melanjutkan pembahasan tentang hubungan.
- Tidak Konsisten
Sesuai dengan nama breadcrumbing, perhatian tidak akan diberikan secara konsisten. Ada waktu kita merasakan kehangatan hubungan, tapi di lain waktu kita kembali dibuat kebingungan.
- Hadir saat Kita Ingin Menjauh
Ketika sudah berada di situasi breadcrumbing pastinya akan membuat kegelisahan dan kebingungan tentang arti hubungan sebenarnya. Hal itu membuat korban ingin mengakhiri hubungan ini. Namun ketika sudah memutuskan untuk berpisah, pelaku breadcrumbing akan kembali memberikan perhatian kecil supaya korban tetap bertahan.
Baca Juga: Bukan Cuma Cantik dari Luar, 7 Rutinitas Self-Care ini Bakal Bantu Kamu Menjaga Kesehatan Mental!
- Enggan Diajak Bertemu
Disaat situasi seperti ini pelaku breadcrumbing memberikan perhatiannya hanya lewat pesan chat WhatsApp atau DM Instagram. Namun, ketika kamu ingin mengajak untuk bertemu, ia akan menolaknya. Ia akan memberikan alasan untuk menghindari bertemu dengan kamu.
Dampak Breadcrumbing
- Sulit Percaya Membangun Hubungan Baru
Breadcrumbing akan memberikan kegelisahan dan ketakutan tersendiri dalam memulai hubungan yang baru. Ia akan lebih curiga karena alami trauma di hubungan sebelumnya.
Baca Juga: Terseret Kasus Korupsi, Mantan Komisaris Utama PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto Resmi Ditahan
- Merasa Tidak Percaya Diri
Ketika sudah alami breadcrumbing, korban akan merasa tidak berharga dan kurang percaya diri. Ia merasa bahwa dirinya hanya pantas mendapat perhatian kecil tanpa adanya kepastian yang berarti.
- Gangguan Kesehatan Mental
Jika breadcrumbing terjadi secara terus menerus, bisa membuat korban mengalami stres yang berlebihan hingga membuat depresi. Ketidakpastian akan membuat korban seringkali merasa bingung dan gelisah secara berkelanjutan.
Baca Juga: Gus Bupati Optimistis Pangkas Pengangguran Terbuka
- Kecanduan Terhadap Perhatian Kecil
Perhatian yang diberikan oleh pelaku breadcrumbing bisa membuat korban untuk terus ketergantungan dan ingin mendapat secara terus menerus. Selain itu akan membuat korban merasa berharap supaya perhatian dan percakapan tersebut menjadi hubungan romantis yang nyata. LAILA
Editor : Imron Arlado