Jawa Pos Radar Mojokerto - Kabar duka kembali merundung Najwa Shihab, seorang jurnalis ternama di Indonesia. Setelah 14 tahun lalu putri keduanya meninggal pasca beberajam dilahirkan, kini suaminya, Ibrahim Sjarief Assegaf turut menyusul buah hatinya itu di usia menginjak 48 tahun.
Suami Najwa Shihab diduga meninggal setelah menyandang sakit stroke hingga dikabarkan alami pendarahan otak.
Diketahui Najwa Shihab dan Ibrahim, sapaan akrabnya, memutuskan menikah di usia yang terbilang masih muda, yaitu saat Najwa dan suami berumur 20 tahun dan masih menjadi mahasiswa semester 3 di Universitas Indonesia.
Mengenal Ibrahim Sjarief Assegaf
Ibrahim Assegaf adalah laki-laki yang berani meminang putri kedua Quraish Shihab pada 1997 lalu.
Pria kelahiran Surakarta itu mantap menikahi Najwa bahkan di saat keduanya masih aktif kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Jadi, tidak heran bila suami dari jurnalis kondang itu juga dikenal sebagai pengacara terkemuka di Indonesia.
Dari pernikahan tersebut lahirlah putra sulungnya pada 2001 yang diberi nama Izzat Ibrahim Assegaf.
Ibrahim dan Najwa juga sempat dikaruniai anak kedua bernama Namiyah yang lahir pada 15 Desember 2011. Sayangnya, selang beberapa jam putri dari pasangan tersebut sudah menghembuskan nafas terakhir.
Riwayat pendidikan dan pekerjaan suami Najwa Shihab
Setelah berhasil meminang putri dari mantan Menteri Agama Kabinet Pembangunan VII itu, Ibrahim juga selesai menuntaskan gelar sarjana hukum di kampus bergengsi tersebut.
Tidak cukup di situ, putra dari Husein Ibrahim Assegaf ini memutuskan melanjutkan pendidikan S2 hukumnya di kampus luar negeri, University of Melbourne, Australia.
Belum merasa cukup, Ibrahim kembali memperdalam ilmunya dengan mengenyam pendidikan di Harvard Law School, Amerika.
Maka tidak heran jika pria tersebut bergabung di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners dan menjadi pengacara ternama. Suami Najwa tersebut juga dikenal sebagai salah satu pendiri dari Hukum Online.
Berkat dari suaminya juga Najwa Shihab berhasil mendirikan media Narasi yang aktif mengangkat isu politik Indonesia saat ini. Diketahui Ibrahim lah komisaris utama dari media tersebut.***