Jasad seorang pria tersebut akhirnya berhasil dievakuasi di aliran Kali Porong, Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro.
Mayat pria yang hanya memakai celana pendek warna hitam ini kali pertama terpantau mengapung di aliran Sungai Brantas masuk wilayah Kota Mojokerto sekitar pukul 10.30.
Tepat di tengah sungai, jasad misterius itu terus terbawa arus hingga melewati pintu air Rolag Songo.
Derasnya debit air membuat mayat terbawa ke aliran Kali Porong. Sekitar pukul 12.45, aksi tak patut ditiru dilakukan seorang relawan.
Ia nekat loncat menceburkan diri ke sungai dari atas jembatan Ngrame, Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, tepat saat jasad terbawa arus di bawah jembatan.
Keduanya terombang-ambing terseret derasnya debit sungai. Beruntung, keduanya berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet di wilayah Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro, sekitar 13.30.
Relawan mentas dalam kondisi selamat. Sementara mayat misterius dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk divisum.
Kapolsek Ngoro Kompol Heru Purwandi mengatakan, pihaknya bersama Tim Inafis lantas menelusuri asal muasal jasad manusia itu.
Belakangan diketahui, identitas mayat itu bernama Karmuji, asal Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kediri.
Korban mengalami kecelakaan air di aliran Sungai Brantas di desa asalnya pada Minggu (18/5) siang.
"Keluarga korban sudah datang ke rumah sakit. Dan menyampaikan kalau korban bernama Karmuji yang sebelumnya tenggelam di Kediri," ungkap Heru. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah