JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tak bisa dipungkiri bahwa menyukai seseorang adalah sebuah perasaan yang indah. Saat jatuh cinta kita akan merasa bahagia, namun terkadang juga menimbulkan perasaan yang tidak mengenakkan.
Saat bertemu orang yang kita cintai jantung terasa berdebar, apalagi jika bisa interaksi dengan orang tersebut. Namun terkadang kita juga akan dihadirkan dengan perasaan sedih saat merasa cemburu.
Perasaan membingungkan terkadang hadir ketika kita hendak menyatakan cinta. Menyatakan perasaan kepada orang yang kita suka seperti sebuah tantangan tersendiri. Seketika kita akan merasa gugup dan gemetar. Pikiran buruk seperti takut tidak diterima akan muncul seketika.
Terlebih jika kamu berada di zona nyaman pertemanan yaitu friendzone. Sekarang generasi kita alias gen z seringkali alami friendzone. Tapi apa alasan dibalik itu, apakah sebuah kutukan tersendiri? Simak 5 alasan gen z sering terjebak ke dalam friendzone.
- Takut Jika Pernyataan Cinta Kita Ditolak
Alasan pertama terjebak friendzone adalah takut jika ditolak. Hal itulah yang membuat mereka untuk memilih diam dan memendam rasa cinta nya saja. Karena takut jika ditolak dan pastinya akan merasa malu tersendiri. Mereka ingin bahwa orang disukainya menyatakan perasaan cinta terlebih dahulu.
- Terpengaruh Alur Cerita Film
Banyak film tentang percintaan yang sudah kita tonton. Beberapa diantaranya pasti memiliki alur jika persahabatan antara laki-laki dan perempuan akan menjadi sebuah kekasih.
Karena itulah kamu merasa percaya diri jika kisah cintamu akan berakhir bahagia sama seperti film tersebut. Namun, ternyata menyatakan rasa cinta tak semudah yang kita lihat di layar lebar tersebut.
- Terlalu Lama Menjadi Tempat Untuk Bercerita
Tak bisa dipungkiri jika orang yang kamu suka mendapat masalah kamu orang pertama yang peduli kepadanya. Kamu akan siap mendengar keluh kesah, menolong, dan mendukung apapun keputusannya. Kamu merasa dengan cara seperti itu orang yang kamu suka akan bisa menerima rasa cintamu tersebut.
Namun disisi lain, dia hanya menganggapmu sebagai “teman sejati” saja bukan pasangan sejati.
- Sering Komunikasi dengan “Kode”
Kita tahu bahwa kebiasaan komunikasi yang dilakukan Gen Z adalah dengan cara menggunakan kode tersendiri. Kode tersebut bisa berupa lirik lagu sedih ataupun ingin menyatakan perasaan dan quotes tentang percintaan yang diunggah di cerita instagram.
Namun sebagian orang belum bisa memahami tentang kode tersebut. Mereka menganggap bahwa cerita Instagram tersebut tidak ada maksud tersembunyi apapun. Jadi mereka tidak tahu jika kamu sedang menaruh rasa suka kepadanya.
- Takut Jika Merusak Persahabatan
Gen Z dikenal sebagai generasi yang mudah untuk mencurahkan isi hatinya. Ia juga mudah untuk membentuk sebuah relasi dengan banyak orang. Tak heran jika mereka punya ruang lingkup persahabatan yang banyak.
Namun jika bersahabat dengan lawan jenis mereka susah mengendalikan perasaan. Karena itulah ia jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri. tapi disisi lain mereka takut akan kehilangan sahabat jika menyatakan perasaan cintanya.
Selain itu mereka juga mempunyai pemikiran jika menyatakan cinta akan membuat pertemanannya menjadi canggung dan tidak asik lagi seperti dulu.
Tanpa disadari menyimpan perasaan terlalu lama akan menimbulkan beban pikiran tersendiri. LAILA
Editor : Imron Arlado