JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Ierasaan takut astilah “Marriage is Scary” sedang ramai dibicarakan oleh publik. Marriage is scary merupakan perasaan takut akan pernikahan. Beberapa perempuan mengalami ketakutan ini dikarenakan banyaknya video konten yang menceritakan pengalaman selama menikah yang sering mendapatkan peristiwa tidak mengenakkan, salah satunya adalah KDRT.
Perasaan marriage is scary terjadi karena beberapa faktor. Berikut faktor munculnya perasaan marriage is scary.
- Mengalami trauma dari masa lalu, seperti perselingkuhan dan kekerasan
- Khawatir akan kondisi finansial rumah tangga
- Terpengaruh oleh sosial media dan budaya luar negeri
- Takut gagal dalam menjalin hubungan rumah tangga
- Merasa takut jika sifat pasangan akan berubah di masa depan
- Takut kehilangan identitas pribadi
- Mengalami tekanan sosial
- Takut dalam berkomitmen
Baca Juga: Angka Bebas Jentik Rendah, Kasus DBD Bertambah
Lalu bagaimana cara mengatasi perasaan marriage is scary?
- Perbaiki Komunikasi dengan Pasangan
Jika kamu sudah merasa takut akan pernikahan. Cobalah untuk terbuka kepada pasanganmu. Komunikasikan ketakutanmu tersebut. Pasanganmu akan menenangkanmu dan akan memberikan solusi untuk permasalahan ini. Komunikasi dapat memperkuat hubungan karena mereka saling percaya satu sama lain.
- Ubah Pemahaman tentang Pernikahan
Perasaan marriage is scary terkadang datang setelah kamu melihat video pengalaman pernikahan menyeramkan dari orang lain yang tersebar di sosial media. Mulailah untuk merubah pemikiran bahwa semua pernikahan akan mengalami hal yang sama dengan video tersebut. Kamu bisa ciptakan suasana pernikahan yang menarik dengan penuh kehangatan di dalam sebuah bangunan rumah tersebut.
Baca Juga: Belum Sehari Ditambal, Aspal Kembali Mengelupas
- Persiapkan Diri Untuk Menikah
Sebelum menikah kamu harus lebih mempersiap diri secara fisik dan mental. Hal ini bertujuan supaya bisa mengendalikan emosi ketika menghadapi masalah rumah tangga seperti gangguan finansial serta konflik-konflik kecil yang akan terjadi. Menikah bukanlah permainan, ini adalah sebuah janji untuk hidup selamanya dengan pasanganmu. Karena itulah butuh persiapan diri yang matang sebelum memutuskan untuk menikah.
Baca Juga: Pakan Ternak Jangkrik Jadi Pemantik Ekonomi Warga Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan
- Konsultasi dengan Psikolog
Jika menurutmu tips diatas belum berpengaruh, kamu bisa mencoba untuk berbicara dengan psikolog atau konselor. Mereka akan menenangkan perasaan dan dapat mengubah pola pikir tentang hubungan. Setelah dari psikolog kamu akan merasa tenang dan memiliki pemikiran yang sehat tentang hubungan rumah tangga. Selain itu konsultasi ke psikolog akan menciptakan pengelolaan emosi yang lebih siap untuk menghadapi masa depan.
LAILA
Editor : Imron Arlado