Jawa Pos Radar Mojokerto - Film Mungkin Kita Perlu Waktu adalah potret dari gambaran nyata perjalanan duka setiap orang setelah menghadapi kepergian salah satu anggota keluarganya di dunia yang fana ini.
Setiap orang yang baru saja menghadapi kehilangan besar semacam kematian orang terdekat akan mengalami proses emosional yang panjang.
Sesuai dengan pendapat Elisabeth Kübler-Ross, seorang psikiater asal Swiss-Amerika yang mengatakan bahwa terdapat ‘lima tahapan dalam berduka’ untuk orang-orang yang merasa kehilangan.
Rupanya penulis film Mungkin Kita Perlu Waktu dalam press screening beberapa waktu lalu mengaku pada awak media bahwa film ini menggambarkan proses emosional tiap karakternya dalam menghadapi kesedihan dengan ‘lima tahapan dalam berduka’.
Tidak melulu sama, proses emosional pascakehilangan itu berjalan berbeda-beda pada setiap individu. Perbedaan proses emosional itulah yang jadi garis besar dari alur film Mungkin Kita Perlu Waktu.
Lebih detainya, sinopsis film Mungkin Kita Perlu Waktu adalah kisah hidup sebuah keluarga harmonis yang tiba-tiba harus menghadapi kehilangan anak sulungnya akibat dari kecelakaan.
Baca Juga: Cek Kepribadianmu! Ekstrovert atau Introvert? Cari Tahu Hasilnya Lewat Tes MBTI Gratis Ini
Terdapat tokoh bernama Restu (suami) dan Kasih (istri) yang berperan sebagai orang tua dari dua orang anak, yaitu Sara, Si Sulung perempuan dan Si Bungsu laki-laki dengan nama Ombak.
Pascakepergian putri sulungnya, bukannya memvalidasi perasaan sedihnya, tokoh Restu justru memilih pura-pura tegar di hadapan istri dan anak bungsunya karena merasa itulah tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga.
Berbeda dengan tokoh Kasih yang memilih mendekatkan diri pada Tuhannya, dengan cara pergi umroh ke tanah suci umat muslim untuk mencari ketenangan di tengah belenggu kesedihan pascakepergian Sara.
Setelahnya, alih-alih bahu-membahu untuk saling menguatkan suami dan anak bungsunya secara bersama-sama, tokoh Ibu dari Ombak itu justru lakukan silent treatment pada keduanya.
Hal itulah yang memicu kehangatan keluarga Restu dan Kasih perlahan hilang terenggut dinginnya sikap antaranggota keluarga.
Jika Restu berpura-pura tegar dan Kasih lakukan silent treatment, maka Si Bungsu Ombak ternyata diam-diam sedang depresi.
Tokoh Ombak terlihat memiliki gangguan kecemasan sehingga membuatnya beberapa kali terlihat kesulitan berinteraksi dengan teman-temannya.
Baca Juga: Terkenal Punya Banyak Teman, Inilah 5 Tipe MBTI Paling Friendly, Kamu Termasuk Salah Satunya?
Terdapat penggalan adegan bahwa Adik dari Sara dalam film Mungkin Kita Perlu Waktu itu juga sempat memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup saking frustasinya mendapat silent treatment dari ibu kandungnya sendiri.
Dalam beberapa adegan juga terlihat tokoh Ombak mendatangi psikolog untuk membicarakan ketakutan dan kecemasan yang dialami pascameninggalnya Sara hingga berujung ia merasa tak lagi mendapat kasih sayang dari orang tuanya.
Di tengah kehidupan Ombak yang penuh kekalutan itu, datanglah perempuan bernama Aleiqa.
Bak ‘oasis’ bagi kehausan kasih sayang yang telah lama tokoh Ombak rindukan di keluarganya, kehadiran Aleiqa bagai angin segar yang selama ini ia butuhkan.
Pada film Mungkin Kita Perlu Waktu, tokoh Aleiqa adalah perempuan yang juga memiliki masalah kesehatan mental sehingga Ombak merasa cocok dan nyaman untuk berbagi cerita dengannya.
Lalu, apakah kehadiran Aleiqa di kehidupan Ombak akan membantunya sembuh dari trauma kehilangan atau malah sebaliknya?
Temukan jawabnnya langsung dengan menonton penuh film Mungkin Kite Perlu Waktu secara legal.
Film Mungkin Kita Perlu Waktu sedang tayang di bioskop sejak 15 Mei 2025. Sebelumnya, karya garapan Teddy Soeriatmadja ini lebih dulu tampil di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) pada Desember 2024.
Bukan kaleng-kaleng, tercatat keberadaan tiga rumah produksi yang berkolaborasi untuk melahirkan film drama keluarga ini, yaitu Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures.
Adapun aktor dan aktris senior yang turut membintangi Mungkin Kita Perlu Waktu. Berikut adalah daftar nama pemain beserta perannya di film tersebut.
Daftar Pemeran di film Mungkin Kita Perlu Waktu
- Lukman Sardi sebagai Restu
- Sha Ine Febriyanti sebagai Kasih
- Bima Azriel sebagai Ombak
- Naura Hakim sebagai Sara
- Tissa Biani sebagai Aleiqa
- Asri Welas dalam peran pendukung sebagai psikolog.
Itulah sinopsis film Mungkin Kita Perlu Waktu yang mengangkat kisah sebuah keluarga harmonis dalam menghadapi proses duka setelah meninggalnya Sara, putri sulung di keluarga tersebut.***
Editor : Imron Arlado