Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gempa M 6,2 Guncang Aceh Tak Lama Setelah Pusat Gempa Nias Dikonfirmasi Ada di Zona Megathrust. Ada Apa?

Hilmy Hidayana • Senin, 12 Mei 2025 | 22:23 WIB
Pusat gempa Aceh dan Nias berada di laut, sumber: BMKG
Pusat gempa Aceh dan Nias berada di laut, sumber: BMKG

Jawa Pos Radar Mojokerto - Blangpidie Aceh dan sekitarnya diguncang gempa pada Minggu, 11 Mei 2025 sore hari. Gempa tersebut terjadi setelah beberapa hari sebelumnya Nias juga dilanda gempa bumi yang pusatnya berada di salah satu zona Megathrust.

Berdasar pada catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Blangpidie Aceh diguncang gempa magnitudo 6,2 di kedalaman 45 kilometer.

Dengan kekuatan tersebut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan gempa ini dirasakan di beberapa wilayah, yaitu Aceh Selatan, m Medan, Bener Meriah, Lhokseumawe, II-III Aceh Tengah, II Banda Aceh, II Aceh Tamiang, II Nias Selatan.

 

Hal lain juga telah dikonfirmasi oleh BMKG mengenai lokasi pusat gempa yang terjadi di Aceh.

 

"Pusat gempa berada di laut 21 km barat daya Blangpidie-Aceh Barat Daya," kata Daryono, Minggu (11/5/2025).

Mengetahui fakta bahwa pusat gempa tersebut berada di laut membuat sebagian orang merasa was-was. 

 

 

Pasalnya gempa yang terjadi di Nias juga berada di laut dengan jarak pusatnya yang tidak jauh dengan pusat gempa Aceh, hanya terpaut kurang lebih 312 kilometer.

BMKG melaporkan bencana gempa bumi telah menimpa Nias dan sekitarnya pada pukul 14:09:08 WIB, Rabu (7/5/2025) dengan pusat guncangan berada di laut berjarak 37 kilometer Barat Daya Nias Barat dengan kedalaman 22 kilometer.

 

Gempa tektonik tersebut disebut BMKG berada di salah satu zona Megathrust yang sebelumnya pernah dirilis.

"Murni gempa berpusat di zona Megathrust Mentawai Siberut," ujar Daryono dalam pernyataan resminya.

Oleh karenanya, meskipun kedua gempa yang berpusat di laut itu tidak berpotensi tsunami, kabar akan keberadaan zona Megathrust akan membuat banyak warga lebih waspada.

 

Namun, pihak BMKG senantiasa rajin ingatkan masyarakat agar tidak terkecoh dengan kabar-kabar yang belum dipastikan secara resmi oleh lembaganya untuk menghindari warga terkena serangan panik.

 

Untuk melengkapi informasi mengenai Mentawai Siberut yang disebut sebagai daerah yang berada di zona Megathrust, Daryono menjelaskan bahwa informasi terhadap potensi Megathrust di zona-zona tersebut artinya bakan segera terjadi gempa dan tsunami besar dalam waktu dekat.

 

Melainkan keberadaan zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut tersebut adalah sebuah potensi yang diduga oleh para ahli sebagai zona kekosongan gempa besar (seismic gap). 

 

Seismic gap ini sudah berlangsung selama ratusan tahun sehingga perlu diwaspadai karena dapat melepaskan energi gempa signifikan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.***



.











Editor : Imron Arlado
#tsunami #mentawai #zona #Seismic Gap #aceh #megathrust #daryono #gempa #Blangpidie #nias #Siberut #BMKG